Lingkar keadilan, BANYUMAS - Sebuah drama cinta segitiga berdarah menggemparkan warga Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Dipicu api cemburu yang membakar hati, seorang kurir swasta asal Jakarta Barat berinisial R (37), nekat menusuk Y, pria yang kini menjadi kekasih dari mantan istrinya, SM (35).
Insiden mencekam ini terjadi di Kamar 906 Hotel Nafata, Jalan Raya Pancasan, Ajibarang, pada Rabu malam, 10 Juni 2026 sekitar pukul 23.30 WIB.
Kronologi Malam Berdarah: Berawal dari Urusan Dokumen Cerai
Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan bahwa petaka ini bermula saat R berkendara sepeda motor dari Jakarta menuju Ajibarang pada Rabu siang.
Misi Awal Tersangka: R sebenarnya datang untuk mengambil akta cerai di Pengadilan Negeri Purwokerto sekaligus mengurus pemisahan nama anak dari Kartu Keluarga (KK) bersama mantan istrinya, SM.
Namun, urusan birokrasi tersebut berubah menjadi malapetaka akibat rentetan kesalahpahaman:
Janji Temu di Hotel: R menginap di Hotel Nafata dan meminta SM datang untuk bertemu.
Dibuntuti Pacar Baru: Kedatangan SM ke hotel ternyata diendus oleh kekasih barunya, Y. Karena terbakar cemburu, Y membuntuti SM hingga terjadi cekcok di area hotel.
Konfrontasi di Kamar 906: Untuk meluruskan masalah, SM mengajak Y masuk ke kamar R. Bukannya mendingin, suasana di dalam Kamar 906 justru makin memanas. Y dan R terlibat keributan hebat.
Situasi mencapai titik didih saat SM mencoba melerai perkelahian tersebut. Korban Y yang tersulut emosi justru mendorong SM hingga terjatuh ke lantai.
Melihat mantan istrinya diperlakukan kasar di depan matanya, R "gelap mata". Ia langsung menyambar sebuah gunting yang sebelumnya telah ia ambil dari pantry (dapur) hotel.
"Dalam kondisi emosi, tersangka melakukan penganiayaan dengan cara menusukkan gunting tersebut ke bagian punggung kanan korban sebanyak satu kali, dan punggung kiri sebanyak dua kali," jelas Kombes Pol. Petrus Parningotan Silalahi dalam jumpa pers.
Tak hanya Y, seorang penjaga hotel yang berlari masuk untuk melerai juga apes. Lengan kanannya ikut robek terkena sabetan gunting brutal dari R.
Drama Pelarian: Kejar-kejaran, Masuk Selokan, hingga Kabur ke Jakarta
Usai membuat korbannya bersimbah darah, R langsung mengambil kunci motor SM yang mesinnya masih menyala di parkiran hotel untuk kabur. Korban Y yang terluka parah ternyata belum menyerah; ia sempat mengejar dan menendang motor yang dikendarai R hingga tersangka terjungkal ke dalam selokan.
Meski demikian, R berhasil bangkit dan menghilang di kegelapan lorong belakang ruko sekitar Pasar Ajibarang. Keesokan harinya (Kamis, 11 Juni 2026), R melarikan diri kembali ke rumahnya di Cengkareng, Jakarta Barat, menggunakan bus antar-provinsi.
Pelarian R berakhir antiklimaks. Bergerak cepat, Tim Satreskrim Polresta Banyumas berhasil mengendus keberadaan pelaku. Pada Jumat, 12 Juni 2026 sekitar pukul 16.00 WIB hanya dua hari setelah kejadian R diringkus di kediamannya di Jakarta tanpa perlawanan dan langsung digelandang ke Polsek Ajibarang.



