-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Kolaborasi Keren Rutan Banyumas dan Pemkab: Ubah Mantan Narapidana Jadi Aset Masyarakat

Lingkar keadilan, BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rabu (15/7/2026). Kerja sama ini berfokus pada penguatan program pembinaan kepribadian spiritual, pelatihan kemandirian, serta pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan agar siap kembali dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.

​Dalam laporannya, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto menyampaikan bahwa rutan yang dipimpinnya saat ini berada dalam kondisi yang sangat ideal dan jauh dari masalah kronis overkapasitas yang biasa dihadapi rutan atau lapas lain di Indonesia.

​"Dari kapasitas tampung sebanyak 150 orang, saat ini Rutan Banyumas hanya dihuni oleh 140 warga binaan. Menariknya, hampir 90% dari mereka merupakan warga asli Kabupaten Banyumas. Hal ini menyadarkan kita bersama bahwa mereka bukanlah orang asing, melainkan bagian dari keluarga besar masyarakat Banyumas yang sedang tersangkut masalah hukum," ujar Anggi.

​Meskipun diperkuat dengan keterbatasan personel pengamanan (hanya 44 personel dengan kekuatan 4 petugas per regu jaga), Rutan Banyumas terus berkomitmen memberikan pembinaan batiniah spiritual, penyuluhan hukum, konseling psikologis, hingga pemenuhan hak kesehatan dasar.

Perjanjian kerja sama ini menjadi payung hukum bagi berbagai kegiatan pembinaan yang berjalan di dalam rutan. Program pembinaan kepribadian difokuskan untuk memperbaiki mental dan memberikan pelayanan agar warga binaan siap kembali ke masyarakat.

​Sedangkan untuk pembinaan kemandirian, Rutan Banyumas dan Pemkab telah berjalan bersama dalam sektor pertanian. "Kerja sama yang sudah kita jalin terkait dengan pengadaan bibit pertanian, seperti cabai, terong, dan lain sebagainya, yang dimanfaatkan untuk ditanam di lahan-lahan Rutan Banyumas," jelas Anggi.

​Anggi menegaskan, kontribusi konkret dari Pemkab Banyumas mencakup penyediaan tenaga pengajar pelatihan, bantuan bibit pertanian, hingga layanan kesehatan. Melalui Puskesmas Banyumas, petugas medis secara rutin melakukan kunjungan (visiting) untuk melakukan deteksi dini penyakit menular bagi warga binaan.

​"Tujuan utamanya adalah bagaimana kita mempersiapkan warga binaan memiliki keterampilan agar siap bekerja dan diterima kembali di masyarakat. Kita ingin mengembalikan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan mereka, serta memastikan mereka sehat sampai bebas nanti," pungkas Anggi.

Rutan Banyumas mengharapkan sinergi pendidikan melalui Kejar Paket (PKBM) yang selaras dengan program Pemkab "Pasti Sekolah". Selain itu, didorong pula sertifikasi resmi pelatihan kerja oleh Balai Latihan Kerja agar keahlian warga binaan diakui secara profesional saat bebas nanti.

​Sinergi kuat ini diharapkan mampu merealisasikan visi Banyumas PAS (Produktif, Aktif, Sejahtera) serta menyelaraskan program kerja dengan visi nasional dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

​Merespons laporan tersebut, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menyatakan apresiasi yang setinggi-tingginya atas komitmen jajaran Rutan Kelas IIB Banyumas. Bupati menegaskan bahwa rutan masa kini bukan lagi sekadar tempat menjalani hukuman, melainkan wadah investasi kemanusiaan untuk mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang produktif dan bertanggung jawab.

​"Karena 90% penghuni rutan adalah warga kita sendiri, maka sudah menjadi kewajiban moral bagi Pemkab untuk hadir membantu. Kami berkomitmen mendukung penuh penguatan program pembinaan ini melalui dinas-dinas terkait, seperti Dinas Tenaga Kerja (Dinaker), pertanian, dan perikanan," tegas Bupati Sadewo.

​Guna menjawab kebutuhan rutan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi warga binaan, Bupati Sadewo memberikan beberapa solusi konkrit, antara lain:

Rutan diarahkan untuk mengajukan bantuan pembangunan/pengisian kios kepada pihak perbankan (seperti BRI/BTN). Selain itu, hasil kerajinan rajut dan olahan kuliner warga binaan rutan akan difasilitasi secara gratis untuk dipasarkan di Gerai UMKM milik Dekranasda Kabupaten Banyumas.

Pemkab Banyumas menawarkan peluang bantuan program 10 kelompok ternak ayam melalui koordinasi dengan Baznas.