![]() |
| Pengajian dan Pengukuhan IJTABA 17 Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyumas di Pendopo SiPanji Kabupaten Banyumas Minggu (17/7/2026). |
Lingkar keadilan, BANYUMAS - Mantan Ketua PC Ansor Kabupaten Banyumas periode 2020–2025, Gus Luqman (Mohamad Luqman Miftahul), memberikan orasi dan motivasi yang membakar semangat dalam acara Pengajian dan Pengukuhan IJTABA (Ikatan Jam'iyyah) 17 Anak Cabang Muslimat NU Kabupaten Banyumas yang digelar di Pendopo SiPanji Kabupaten Banyumas Minggu (17/7/2026). Dalam Tausiyahnya, ia menekankan pentingnya kapasitas intelektual dan militansi bagi setiap kader perempuan Nahdlatul Ulama (NU), khususnya Muslimat.
Gus Luqman menyoroti salah satu pandangan yang menyebut bahwa menjadi kader atau pemimpin tidak harus pintar. Mengutip pemikiran ulama besar Imam Ghazali, ia menyepakati bahwa kualitas seorang kader justru ditentukan oleh ilmu dan kompetensinya.
"Menurut Imam Ghazali Kader yang baik adalah kader yang kompeten, punya ilmu, dan dia tahu serta sadar bahwa dirinya punya ilmu, sehingga ia tahu bagaimana cara memanfaatkan ilmunya agar barakah dan bermanfaat," tegas Gus Luqman di hadapan ratusan kader Muslimat dari 17 cabang se-Kabupaten Banyumas.
Ia mengingatkan agar organisasi tidak asal memasukkan orang tanpa arah, yang diibaratkannya seperti sedang tertidur. Menurutnya, organisasi harus diisi oleh kader-kader yang visioner dan bergerak aktif mengikuti aturan yang ada.
IJTABA Bukan Muslimat Tandingan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Luqman juga menegaskan dukungannya terhadap wadah IJTABA. Ia menyepakati bahwa wadah ini bukanlah sebuah organisasi tandingan bagi Muslimat NU, melainkan bagian dari Muslimat yang ingin bergerak lebih progresif.
"Saya sepakat IJTABA bukanlah Muslimat tandingan, tetapi bagian dari Muslimat yang ingin lebih mengedepankan ghirah kemaslahatan dan kemanfaatan bagi masyarakat," ujarnya.
Menutup orasinya, Gus Luqman berpesan agar kader Muslimat mengamalkan esensi dari surat Ali Imran ayat 134, yaitu menjadi manusia yang terus memberikan kontribusi positif dalam kondisi lapang maupun sempit.
Ia juga menjabarkan dua tugas utama kader NU di era modern:
Menjaga dan merawat tradisi amaliah yang baik, seperti tahlilan, mitoni, dan rutinan organisasi.
Terus bertransformasi, berinovasi, dan melek terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
"Jadilah wanita tangguh dengan pola pikir yang luar biasa tanpa meninggalkan amaliah-amaliah baik di masa lalu. Kader yang hebat bukan dilihat dari seberapa terkenalnya dia, melainkan dari seberapa banyak orang yang menerima manfaat dari kehadirannya," pungkasnya.
Usai acara, dalam keterangan singkatnya kepada media Gus Luqman mengatakan, menurut saya kegiatan Ijtaba ini bukan membentuk organisasi baru, itu yang perlu ditekankan. Tapi bagaimana caranya 17 PAC ini membangun satu kegiatan yang lebih bermanfaat, menumbuhkan gairah pasca ketidaksesuaian mereka dengan hasil konferensi, pemilihan ketua Muslimat NU yang baru
"Dan menurut saya yang perlu ditekankan adalah, tetap berjamaah dengan baik. Menanamkan nilai-nilai manfaat di masyarakat. Tetap mematuhi aturan roda organisasi. Adapun Ijtaba bagian dari penyesuaian, penyamaan visi-misi, gerakan untuk kedepannya lebih maju", pungkasnya.
Ketua Ijtaba Kabupaten Banyumas Nurul Bahiyah menambahkan Program-programnya ada enam. Ada bidang organisasi, bidang pendidikan, bidang ekonomi, bidang keagamaan, bidang kapasitas organisasi kapasitas kemanusiaan.
"In sya allah kami setiap bidang itu, akan memberikan program tapi program yang bermanfaat dan bermaslahat untuk umat. Kemarin alhamdulillah santunan yang sudah dilaksanakan oleh masing-masing PAC dan ranting. Totalnya sejumlah 5,1 milyar rupiah lebih" katanya.
Sementara itu, Hj. Khasanatul Mufidah penasehat IJTABA mengatakan dari 17 anak cabang punya visi yang sama untuk perubahan di Muslimat yang lebih visioner, dan kegiatannya lebih berdampak di masyarakat.
"Kita mulai dari kegiatan yang rutin yang memang sudah biasa kita lakukan. Dan ke depan in sya Allah kita akan adakan kegiatan upgrading, karena ini baru pertama upgrading pengurus. Kemudian setelah itu kita akan kumpulkan semua potensi-potensi yang ada di Muslimat supaya betul-betul berdampak terutamanya bidang ekonominya", ungkapnya.
Menyinggung wacana ke depan soal musyawarah luar biasa tentang kepengurusan Muslimat NU Banyumas, Khasanatul Mufidah mengaku masih menunggu.
"Ya, kita tetap beriktikad baik, bagaimana PCNU, PW Muslimat NU, dan PP Muslimat NU beriktikad baik untuk mencari jalan tengah, memberikan solusi untuk persatuan Muslimat di Kabupaten Banyumas antara Ijtaba dan PC yang hari ini juga dikukuhkan. Mudah-mudahan nanti ada titik temu, tapi lepas dari itu semuanya yang kita tekankan kepada teman-teman, kepada semua warga Muslimat adalah bagaimana kita tetap bisa memberikan manfaat untuk umat", katanya.



