-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Dukung Kabapas Baru yang Energik, Peradi SAI Harapkan Warga Binaan Jadi Lebih 'Hebat dan Keren'

Lingkar keadilan, PURWOKERTO – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto resmi memulai babak baru kepemimpinan. Jabatan Kepala Bapas kini beralih dari Bluri Wijaksana kepada Nasirudin, yang sebelumnya mengemban amanah di Bapas Kelas II Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.

​Pejabat lama, Bluri Wijaksana, memberikan apresiasi tinggi terhadap integritas dan semangat kerja seluruh jajaran Bapas Purwokerto. Selama hampir satu tahun menjabat, ia menilai sistem pelayanan sudah berjalan dengan sangat baik berkat kompetensi pegawai yang mumpuni.

​"Saya sangat bangga atas integritas seluruh pegawai. Sistem sudah terbangun dan pekerjaan sudah berjalan sesuai harapan. Saya hanya memberikan dorongan karena tim sudah sangat mapan dalam memberikan pelayanan terbaik," ujar Bluri.

​Visi Nasirudin: WBBM dan Transformasi Pemasyarakatan

​Dalam sambutannya, Nasirudin menetapkan target untuk mempertahankan inovasi yang ada serta membawa Bapas Purwokerto meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Selain fokus pada prestasi administratif, Nasirudin menyoroti implementasi KUHP baru terkait sanksi alternatif:

​Solusi Overcrowding: Mengedepankan pidana kerja sosial sebagai solusi mengatasi kelebihan kapasitas di Lapas.

​Menghapus Stigma: Mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi terhadap pelaku pidana ringan agar proses integrasi sosial dapat berjalan efektif tanpa stigma negatif.

​Harapan besar juga datang dari mitra kerja, salah satunya dari Djoko Susanto, S.H., mewakili Peradi SAI Purwokerto. Ia berharap kepemimpinan baru yang energik ini mampu melahirkan inovasi yang lebih baik bagi warga pemasyarakatan.

​"Kepala yang baru ini masih muda dan energik, tentunya harus lebih baik dari yang terdahulu. Harapannya ada inovasi yang menciptakan warga pemasyarakatan menjadi lebih hebat dalam kemandirian dan keren dalam memberikan sumbangsih kepada masyarakat," tutur Djoko Susanto.

​Terkait kemandirian tersebut, Nasirudin menyambut baik komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam penyediaan lapangan pekerjaan bagi klien pemasyarakatan. Sinergi ini dinilai krusial agar klien dapat berdaya secara ekonomi dan tidak mengulangi tindak pidana kembali.

0

Posting Komentar