-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Lolos di Dua Kampus Ternama, Siswi asal Banyumas Pilih UGM demi Almamater

Lingkar keadilan, BANYUMAS – Nathasya Berliana Putri (18), siswi lulusan SMA Negeri 1 Sumpiuh, tengah menjadi sorotan. Gadis asal Desa Prembun, Kecamatan Tambak ini berhasil menembus dua perguruan tinggi bergengsi sekaligus, UGM (via jalur SNBP) dan ITPLN. 

Dilema di Antara Dua Pilihan
​Awalnya, Nathasya dinyatakan lolos di ITPLN, sebuah kampus yang menawarkan kepastian ikatan kerja di sektor energi. Namun, kejutan datang saat pengumuman SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi) merilis namanya sebagai calon mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM).

​Meski ITPLN menawarkan jalur aman menuju dunia kerja, Nathasya akhirnya mantap memilih UGM. Keputusannya didasari alasan yang sangat dewasa, demi menjaga nama baik sekolah.

​"Saya takut kalau tidak diambil, sekolah bisa kena blacklist. Kasihan adik tingkat nanti jadi tidak punya peluang," ungkapnya.

​Terinspirasi Drama Korea
​Nathasya memilih program studi Teknologi Rekayasa Elektro. Uniknya, minatnya pada teknologi berawal dari hobi menonton drama Korea.

​"Dulu sering nonton pakai subtitle, lalu kepikiran bagaimana caranya bisa mengerti tanpa bantuan itu. Dari rasa penasaran soal teknologi bahasa, akhirnya minat saya berkembang ke bidang elektro," kenangnya.

​Keberhasilan ini tak lepas dari peran orang tuanya, Andriawan (43) dan Sri Yuantini (48). Sejak kecil, Nathasya dibentuk dengan disiplin tinggi.

​Prestasinya selalu meraih peringkat pertama sejak SD. Ia dididik dengan pola "semi militer" agar tidak manja.

Nama "Berliana" diberikan orang tuanya dengan harapan ia tumbuh kuat, berharga, dan bersinar layaknya berlian.

​Sang ibu mengaku terharu sekaligus bangga. Meski sempat ada peluang kerja instan di ITPLN, keluarga sepenuhnya mendukung pilihan Nathasya ke UGM.

​"Apapun pilihan anak, kami dukung. Saya yakin lulusan UGM punya prospek luas di perusahaan bonafit," pungkas Sri Yuantini.

​Kini, dari sebuah desa kecil di Banyumas, Nathasya siap memulai perjalanannya. Ia membuktikan bahwa disiplin dan kepedulian pada sesama adalah kunci untuk menyambut masa depan yang bersinar.
Posting Komentar

Posting Komentar