Lingkar keadilan, BANYUMAS - Kabar duka menyelimuti komunitas WA Group Pers dan Mitra Kerja Purwokerto. Salah satu anggotanya yang dikenal ceria sekaligus kritis, Eddy Wahono, berpulang meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan sesama jurnalis, aktivis, dan mitra kerja.
Sosok yang akrab disapa Romo Eddy ini dikenal luas sebagai aktivis kemanusiaan sekaligus pemerhati lingkungan dan kebijakan publik. Di berbagai diskusi grup, Romo Eddy selalu menghadirkan komentar-komentar menyegarkan, penuh keceriaan, namun tetap tajam ketika membahas isu-isu strategis.
Dalam persoalan lingkungan, khususnya terkait Sungai Serayu, kepedulian Romo Eddy begitu kuat. Ia bahkan sangat menguasai tata kelola dan regulasi daerah aliran sungai, sehingga kerap menjadi rujukan dalam setiap diskusi.
Harsono, SH, M.I.Kom., pendiri WA Group Pers dan Mitra Kerja sekaligus jurnalis KompasTV, menilai almarhum sebagai tokoh masyarakat yang mampu menjadi wakil dalam menyuarakan kepentingan publik.
“Romo Eddy adalah figur yang peduli dan berani bersuara untuk masyarakat. Kehilangannya tentu meninggalkan ruang yang sulit tergantikan,” ujar Harsono.
Sementara itu, Ketua Peradi SAI, H. Djoko Susanto, SH., menyampaikan rasa kehilangan mendalam.
"Beliau bukan hanya sahabat atau teman, tapi sudah seperti keluarga bagi kami. Kehilangan ini sungguh berat,” ungkap Djoko.
Hal senada juga diungkapkan jurnalis Transmedia, Robbi Sofwan Amin, yang mengenal Romo Eddy sebagai pribadi jenaka sekaligus cerdas.
“Mbah Eddy selalu menghadirkan keceriaan di setiap forum. Selain jenaka, kecerdasannya membuat diskusi dengannya terasa hidup dan bermakna,” kata Robbi.
Kepergian Eddy Wahono menjadi kehilangan besar bagi komunitas jurnalis dan aktivis di Purwokerto. Selamat jalan Romo Eddy, jasa dan pemikiranmu akan selalu dikenang.
Posting Komentar