-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unsoed Kaji Krisis Manajemen PT Mandiri Taspen Terkait Kasus Penipuan Oknum Pegawai

lingkarkeadilan.com | PURWOKERTO - Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, mengangkat kasus dugaan penipuan yang melibatkan oknum pegawai PT Mandiri Taspen sebagai topik riset manajemen krisis. Kelompok yang beranggotakan tujuh mahasiswa semester 5 ini mendalami permasalahan tersebut karena dinilai belum mendapatkan penyelesaian tuntas dari pihak korporasi terkait.  

Kelompok riset ini diwakili oleh Muhammad Gaza Absor Abdillah bersama rekan sekelompoknya, Nada. Menurut Gaza, ketertarikan mereka bermula dari viralnya kasus di media sosial yang menunjukkan belum adanya kejelasan dan penyelesaian konkret dari pihak Mandiri Taspen bagi para nasabah yang menjadi korban.  

"Kami sangat tidak menyangka bahwa sebesar PT Mandiri itu ternyata tidak dapat menangani kasus ini," ujar Gaza saat ditemui dalam proses wawancara penelitian.

Dari hasil pendalaman yang dilakukan bersama para korban dan kuasa hukumnya, terungkap bahwa peristiwa penipuan tersebut berlangsung ketika oknum pelaku masih berstatus aktif sebagai pegawai bank. 

Hal ini dinilai memicu kekecewaan mendalam karena pihak korporasi dinilai kurang bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan oleh pegawainya, yang secara langsung berdampak pada reputasi institusi perbankan besar tersebut.  

Nada menambahkan, para korban sebelumnya sempat menaruh kecurigaan namun diyakinkan oleh komunikasi yang baik dari pihak pegawai.

Oleh karena itu, melalui penelitian ini, para mahasiswa berharap pihak Mandiri Taspen dapat segera mengambil langkah tegas, bertanggung jawab, serta menyelesaikan kasus hukum yang merugikan para nasabah.  

Kehadiran mahasiswa tersebut, diterima langsung oleh advokat Djoko Susanto S.H. Menurut Djoko Penelitian ini diharapkan mampu membuka transparansi serta mengkaji strategi manajemen krisis yang seharusnya diterapkan oleh perusahaan perbankan besar.  

Hingga saat ini, kelompok mahasiswa tersebut berfokus menggali informasi langsung dari korban dan advokat pendamping, mengingat belum adanya komunikasi terbuka maupun tanggapan lebih lanjut dari pihak manajemen Mandiri Taspen terkait penanganan kasus ini.