-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Rutan Banyumas Fasilitasi Pelatihan Pembuatan Pempek Tenggiri bagi Warga Binaan Wanita

BANYUMAS, lingkarkeadilan.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas bersama PCW Al Irsyad melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan pempek tenggiri bagi warga binaan wanita, Sabtu (26/9). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan maupun setelah kembali ke tengah masyarakat.

Pelatihan yang dilaksanakan di Rutan Banyumas tersebut diikuti oleh warga binaan wanita dengan kegiatan berupa pengenalan bahan, proses pembuatan adonan, pembentukan pempek, hingga tahapan pengolahan. Para warga binaan mengikuti setiap tahapan dengan didampingi dan diarahkan oleh petugas Rutan Banyumas bersama pihak Al Irsyad.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak hanya bermanfaat selama berada di Rutan, tetapi juga dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke masyarakat. Keterampilan ini bisa dikembangkan menjadi kegiatan usaha secara mandiri sesuai kemampuan masing-masing,” ujar Fitri, petugas rutan banyumas.

Selain itu, Hanny pendamping kegiatan dari PC Wanita Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto menyampaikan program ini  merupakan salahsatu bentuk pelatihan yang memberikan skil aytau ktrampilan yang nantinya dapat dikembangkan sehingga lebih bernilai.

“Pelatihan seperti ini menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat memberikan  pengalaman langsung kepada warga binaan. Selain belajar membuat pempek, warga binaan juga dapat mengenal proses pengolahan makanan yang nantinya bisa dikembangkan menjadi keterampilan yang bernilai,” ujar Hani.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Warga binaan wanita berkesempatan untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan pempek tenggiri sehingga tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman dalam mengolah produk.

Melalui kegiatan ini, Rutan Banyumas terus mendorong pelaksanaan pembinaan yang memberikan keterampilan dan pengalaman praktis kepada warga binaan. Diharapkan keterampilan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara positif dan menjadi salah satu modal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif setelah selesai menjalani masa pidana.