-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Penuhi Hak Pendidikan, 33 Warga Binaan Rutan Banyumas Kembali Bersekolah Melalui Program Kesetaraan

BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus membuktikan komitmennya dalam memberikan pelayanan prima dan memenuhi hak dasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebanyak 33 warga binaan kini kembali mengenyam pendidikan melalui kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Binamas Binangun, Kecamatan Banyumas. Kegiatan pembelajaran ini resmi berjalan dengan tetap mengutamakan keamanan dan ketertiban di Aula Joko Kahiman Rutan Banyumas, Jumat (25/9).

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa pihak Rutan senantiasa memfasilitasi akses pendidikan kesetaraan melalui proses pembinaan yang terstruktur.

"Langkah ini adalah wujud nyata kami dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan yang terarah, humanis, dan berkelanjutan bagi warga binaan. Saat ini, warga binaan yang mengikuti PKBM terdiri dari 6 orang untuk Kejar Paket A, 12 orang Paket B, dan 15 orang Paket C," rinci Anggi.

Kolaborasi di bidang pendidikan ini mendapat dukungan penuh dari mitra terkait. Kepala PKBM Binamas Binangun, Tuslam Nur Rohman, menyadari tanggung jawab besar lembaganya dalam menyelenggarakan pembelajaran bagi peserta didik di lingkungan pemasyarakatan. Ia memastikan proses belajar mengajar akan berjalan selaras dengan program pembinaan rutan.

"Kegiatan pembelajaran ini sangat mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial warga binaan. Kami mendorong peserta didik di rutan untuk tidak berkecil hati dan terus mengembangkan potensi, minat, serta bakatnya. Ijazah PKBM nantinya memiliki kegunaan yang sama dengan lulusan sekolah formal, jadi yang mengikuti program ini jangan minder," jelas Tuslam.

Nantinya, pihak PKBM akan melakukan pencatatan perkembangan dan evaluasi secara berkala guna memastikan target pembelajaran tercapai.

Sejalan dengan hal tersebut, Penilik Korwilcam Dindik Kecamatan Banyumas, Betty Priani, menambahkan bahwa kurikulum yang diberikan didesain secara komprehensif agar relevan dengan kebutuhan WBP setelah bebas nanti.

"Warga binaan yang mengikuti PKBM tidak hanya memperoleh pendidikan akademis, tetapi juga keterampilan wirausaha berbasis masyarakat dan pembentukan sikap mental yang dapat diandalkan untuk masa depan mereka," pungkas Betty.

Melalui sinergi lintas instansi ini, Rutan Kelas IIB Banyumas berharap program pendidikan kesetaraan dapat berjalan lancar, sekaligus menjadi bekal berharga bagi warga binaan untuk kembali menjadi individu yang produktif saat kembali ke tengah masyarakat.