![]() |
| Rukun Tani Cilacao Makmur Desa Kunci, Kecamatan Sidareja Cilacap menyiapkan benih jagung |
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian kepada Kelompok Tani Joyo Kencono. Bantuan yang diberikan meliputi mesin kultivator, mesin penyemprot, angkong (gerobak sorong), alat pembuat pupuk, serta benih jagung.
Usai penyerahan bantuan, jajaran BAZNAS bersama para petani melakukan panen jagung varietas Enkasumo di lahan seluas sekitar tiga hektare. Hasil panen kemudian dirontokkan sebelum dipasarkan kepada pengepul.
Ketua BAZNAS Kabupaten Cilacap, Irvan Rahmat, mengatakan program tersebut merupakan pengembangan dari program unggulan BAZNAS di sektor peternakan yang dipadukan dengan penguatan sektor pertanian sehingga membentuk ekosistem yang saling menopang.
"Ini sebenarnya menciptakan sebuah ekosistem di mana peternakan dan pertanian menjadi satu kesatuan.
Harapannya, ketika sektor pangan kuat, kebutuhan pakan ternak juga terpenuhi sehingga kesejahteraan peternak dan petani meningkat. Pada akhirnya ketahanan pangan masyarakat juga semakin kuat," ujarnya.
Menurut Irvan, Rukun Tani Cilacap Makmur diharapkan menjadi proyek percontohan yang dapat dikembangkan di wilayah lain di Kabupaten Cilacap.
"Kami berharap program ini menjadi contoh yang bisa ditiru di daerah lain sehingga terbentuk ekosistem pertanian dan peternakan yang kuat. Kami juga ingin mendorong lahirnya generasi muda yang mencintai sektor pertanian dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang lebih makmur," katanya.
Petani sekaligus anggota Kelompok Tani Joyo Kencono, Rudyanto, mengaku program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, kegiatan budidaya jagung juga membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
"Dengan adanya program ini saya bisa berbagi manfaat kepada masyarakat. Ibu-ibu bisa ikut bekerja dalam proses pemipilan jagung.
Sebelumnya lahan ini ditanami ubi, sekarang beralih ke jagung dan hasilnya cukup menjanjikan. Program ini sangat membantu dan memberi semangat baru bagi saya maupun warga lainnya," ungkapnya.
Ia menambahkan, produktivitas jagung di lahannya diperkirakan mencapai sekitar tiga ton pada lahan seluas sekitar 400 ubin. Sementara total lahan yang dikelolanya mencapai dua hektare.
Kepala Desa Kunci, Satrio Sakti Wibowo, mengapresiasi kehadiran program BAZNAS yang dinilai mampu memberikan motivasi sekaligus dukungan nyata bagi petani, khususnya generasi muda yang mulai menekuni sektor pertanian.
"Kami dari Pemerintah Desa Kunci mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kabupaten Cilacap atas program yang dilaksanakan bersama kelompok tani di desa kami.
Program ini sangat membantu warga, terutama petani milenial, sehingga kami tentu mendukung penuh keberlanjutannya," katanya.
Menurut Satrio, program tersebut diharapkan mampu melahirkan pelopor-pelopor muda di bidang pertanian yang memanfaatkan teknologi modern sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat tantangan yang dihadapi petani di Desa Kunci, terutama keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.
Sebagian besar lahan pertanian di desa tersebut masih mengandalkan tadah hujan sehingga belum seluruhnya terjangkau jaringan irigasi.
"Desa Kunci memang dilalui saluran irigasi primer Cihaur, tetapi belum mampu menjangkau seluruh lahan pertanian. Kami masih memiliki sekitar 13 blok sawah tadah hujan serta kawasan perkebunan jagung, singkong, dan kacang tanah yang sangat bergantung pada curah hujan," jelasnya.
Karena itu, Pemerintah Desa Kunci berharap adanya dukungan pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian dan hortikultura sehingga produktivitas petani tetap terjaga meski memasuki musim kemarau.
Kegiatan peresmian Rukun Tani Cilacap Makmur turut dihadiri perwakilan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Barat, KRPH Sidareja, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Cilacap, General Manager PT Sumber Segara Primadaya Cilacap, Camat Sidareja, serta para petani dan tamu undangan lainnya.
Melalui program tersebut, BAZNAS Kabupaten Cilacap berharap sinergi antara petani, peternak, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Cilacap.





