-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Polresta Banyumas Dalami Dua Laporan Terkait Aktivitas Menyimpang Sultan Nusantara

Lingkar keadilan, BANYUMAS - Kedok pria yang mengaku sebagai "Sultan Nusantara Indonesia" kini berada di ujung tanduk. Satreskrim Polresta Banyumas resmi memulai penyelidikan intensif terkait dugaan penipuan dan penistaan agama yang melibatkan sosok kontroversial tersebut, Senin , 27 April 2026. Kasat Reskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan, SIK, MA, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami dua laporan sekaligus.

​"Benar, ada laporan dugaan penipuan. Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan pendalaman," tegas AKP Ardi, Selasa (28/4/2026).

​Kuasa hukum pelapor dari DPC Peradi SAI Purwokerto, Eko Prihatin, SH, menambahkan bahwa penyidik fokus menggali kronologi, modus operandi, hingga detail kerugian. Tak berhenti di sana, saksi-saksi tambahan dijadwalkan akan memberikan keterangan hari ini pukul 14.00 WIB.

​Kisah pilu datang dari para korban yang terjebak dalam lingkaran pengaruh sang "Sultan".

Awalnya terpikat oleh sikap santun sang pemimpin pada September 2025. Namun, ia mulai mencium gelagat aneh saat doktrin mulai menyimpang.

Korban diminta berani melawan orang tua jika dianggap murtad. Korban dipaksa menyetor uang dengan dalih "pembersihan" harta yang dianggap tidak halal, royalti, hingga janji umrah palsu.

​Rengga Adi (Kerugian Rp470 Juta):

Warga Ledug ini menceritakan pengalaman memilukan yang menimpa keluarganya sejak pandemi COVID-19.

​Klaim Nasab: Terlapor mengaku sebagai keturunan Sultan Hamid Al Qadri dari Pontianak.

​Tragedi Medis: Adik Rengga yang mengidap kanker dibujuk meninggalkan pengobatan medis demi terapi bekam yang diklaim sunnah. Nahas, kondisi sang adik memburuk hingga meninggal dunia.

​Eksploitasi: Sebelum meninggal, ATM dan buku tabungan sang adik disita dengan alasan sumbangan ke yayasan fiktif.

​MUI Banyumas Ambil Sikap

​Kasus ini tidak hanya menyasar sisi materi, tetapi juga menyentuh ranah akidah. MUI Banyumas kini telah turun tangan untuk melakukan investigasi mendalam terkait dugaan ajaran menyimpang yang disebarkan oleh kelompok "Sultan Nusantara" di wilayah Purwokerto.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa pernah menjadi korban atau mengikuti ajaran serupa untuk segera melapor guna memperkuat berkas penyelidikan.

0

Posting Komentar