Lingkar keadilan, PURBALINGGA – Alun-alun Purbalingga mendadak berubah menjadi lautan cahaya yang memukau. Pada Kamis malam (19/2/2026), Pemerintah Kabupaten Purbalingga resmi membuka Ramadan Light Festival 2026, sebuah ajang yang menyulap wajah kota menjadi lebih estetik dan penuh warna selama bulan suci.
Acara pembukaan ini dihadiri langsung oleh Dandim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria, bersama jajaran Forkopimda lainnya. Kehadiran ratusan lampu hias dan lampion artistik di sepanjang jantung kota sukses mencuri perhatian warga yang melintas.
Transformasi Wajah Kota
Tahun ini, festival tampil lebih megah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tercatat ada ratusan titik cahaya yang tersebar di area strategis:
100 lampu hias menghiasi sekeliling Alun-alun Purbalingga.
250 lampu hias menerangi ruas Jalan Jenderal Soedirman (Barat) hingga Jalan Pierre Tendean.
Bupati Purbalingga, Fahmi, menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar urusan estetika. Selain untuk menyambut kepulangan para pemudik saat Lebaran nanti, agenda ini diproyeksikan menjadi mesin penggerak ekonomi lokal.
"Mudah-mudahan memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik dari sisi pariwisata maupun pergerakan roda ekonomi, khususnya para pelaku UMKM kita," ujar Bupati Fahmi dalam sambutannya.
Apresiasi dari Dandim
Senada dengan Bupati, Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurutnya, atmosfer Ramadan di Purbalingga kini terasa lebih hidup dan semarak.
"Sangat menarik! Ini bukan sekadar hiasan, tapi juga menjadi ajang wisata religi dan hiburan bagi masyarakat. Kota kita jadi tampak lebih cantik di malam hari," ungkap Letkol Inf Aries.
Dengan tata cahaya yang memikat, Ramadan Light Festival 2026 diharapkan mampu menciptakan harmoni antara tradisi ibadah dan geliat wisata urban, menjadikan Purbalingga sebagai destinasi yang lebih "hidup" selama bulan Ramadan hingga Idulfitri mendatang.




Posting Komentar