-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Usir Penat di Balik Jeruji, Rutan Banyumas Hadirkan "Ice Breaking" Seru untuk WBP



​Lingkar Keadilan, BANYUMAS – Suasana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas tampak berbeda dari biasanya. Gelak tawa dan tepuk tangan riuh pecah saat sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengikuti sesi ice breaking yang digelar di area Rutan. Kegiatan ini hadir sebagai "obat" kejenuhan sekaligus bentuk pembinaan yang lebih humanis.

​Menariknya, keceriaan ini diinisiasi oleh para peserta magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang sedang bertugas di Rutan Banyumas.

​Beragam permainan interaktif dan aktivitas kelompok disajikan untuk mencairkan suasana. Tak ada sekat kaku; yang ada hanyalah komunikasi dua arah yang hangat. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membangun rasa percaya diri dan mempererat kebersamaan antar penghuni rutan.

​Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menjelaskan bahwa pendekatan ini sangat penting bagi kesehatan mental para warga binaan.

​“Kami ingin menciptakan suasana pembinaan yang humanis. Melalui ice breaking, WBP bisa melakukan penyegaran psikologis agar mereka lebih terbuka, percaya diri, dan mampu menjalin interaksi positif selama di sini,” ujar Anggi.

​WBP: "Kami Jadi Lebih Rileks"

​Manfaat nyata dirasakan langsung oleh para peserta. R (21), salah satu warga binaan, mengaku sesi ini sangat membantu mengurangi tekanan mental selama menjalani masa hukuman.

​“Jujur, ini membantu kami mengurangi kejenuhan. Kami jadi lebih rileks, semangat lagi, dan lebih termotivasi mengikuti program pembinaan lainnya. Harapannya, kegiatan seperti ini rutin diadakan,” kata R dengan antusias.

​Sinergi dengan Peserta Magang

​Bagi para peserta magang Kemenaker, kegiatan ini menjadi wadah penerapan ilmu komunikasi langsung di lapangan. Novan, perwakilan peserta magang, berharap kehadiran mereka bisa meninggalkan dampak positif bagi warga binaan.

​“Kami ingin membantu membangun kerja sama dan semangat kebersamaan di antara mereka. Ini juga pengalaman berharga bagi kami dalam memahami sisi psikososial di lingkungan pemasyarakatan,” tuturnya.

​Komitmen Pembinaan Menyeluruh

​Langkah Rutan Banyumas ini membuktikan bahwa pembinaan tidak melulu soal kedisiplinan yang kaku. Dengan memperhatikan kesejahteraan emosional, diharapkan para warga binaan memiliki bekal mental yang lebih sehat saat nantinya kembali dan berintegrasi ke masyarakat.

Posting Komentar

Posting Komentar