Lingkar keadilan, BANYUMAS - Dua tahun telah berlalu sejak kepulangan dari Tanah Suci, namun semangat ibadah para jamaah haji Rombongan 1 Kloter 75 tahun 2023 tetap terjaga. Sebanyak 50 jamaah kembali berkumpul dalam balutan pengajian dan silaturahmi yang hangat di Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Minggu (10/11/2025).
Pertemuan ini bukan sekadar ajang temu kangen. Lebih dari itu, silaturahmi ini menjadi wadah untuk merawat komunikasi dan mempererat persaudaraan yang telah terjalin kuat selama menjalankan rukun Islam kelima di Makkah dan Madinah.
Hadir memberikan tausiyah, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Prof. Dr. Ibnu Hasan, M.Si., menyampaikan pesan mendalam bagi para alumni haji. Menurutnya, esensi utama dari pertemuan semacam ini adalah misi besar untuk menjaga nilai-nilai kemabruran agar tidak luntur setibanya di tanah air.
"Filosofinya, 50% kemabruran itu diraih di Tanah Suci melalui ritual ibadah, dan 50% sisanya harus dibuktikan di Indonesia melalui aksi nyata," tegas Prof. Ibnu.
Beliau menekankan bahwa kata 'mabrur' memiliki akar makna menebar kebaikan. Oleh karena itu, seorang haji harus menjadi agen perubahan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Menata Hidup Menuju Husnul Khatimah
Sesuai dengan tema kegiatan, para jamaah diajak merenungkan makna sisa usia. Prof. Ibnu mengingatkan bahwa kehidupan manusia sangat terbatas oleh ruang dan waktu, sehingga mempersiapkan akhir yang baik (husnul khatimah) adalah prioritas utama.
Ada dua poin kunci yang dibagikan Prof. Ibnu untuk menata hidup di masa tua:
Memiliki keyakinan penuh bahwa setiap detik yang dimiliki akan berakhir, sehingga tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.
Memaksimalkan sisa umur dengan aktivitas yang bermanfaat, baik untuk bekal akhirat maupun kontribusi sosial bagi sesama.
Acara yang berlangsung di tengah suasana kekeluargaan ini berjalan dengan khidmat.
Melalui kegiatan ini, para jamaah diharapkan terus mawas diri dan menjaga integritas nilai ibadah haji mereka di tengah hiruk-pikuk kehidupan bermasyarakat.





Posting Komentar