-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Rutan Banyumas "Zero Narkoba": Tes Urine Mendadak Hasilnya Negatif, Sanksi Berat Menanti Pelanggar



Lingkar keadilan, ​BANYUMAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas terus memperketat pengawasan guna memastikan lingkungan lapas bersih dari narkotika. Melalui tes urine mendadak yang digelar pada awal Januari 2026 ini, pihak rutan memberikan sinyal tegas: tidak ada kompromi bagi penyalahgunaan narkoba.

​Hasil Pemeriksaan: Steril dari Barang Haram

​Dalam giat deteksi dini ini, petugas memilih 10 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara acak—terdiri dari 6 laki-laki dan 4 perempuan—untuk menjalani uji laboratorium di tempat. Di bawah pengawasan ketat petugas pengamanan, hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel dinyatakan negatif.

​Kepala Pengamanan Rutan (KPR), Ronitua Tambunan, menyatakan bahwa meski hasil kali ini bersih, pihaknya tidak akan mengendurkan pengawasan sedikit pun.

​"Kami tidak main-main. Pengawasan konsisten adalah harga mati untuk menjaga stabilitas keamanan di dalam Rutan," tegas Ronitua.

​Sanksi Berat: Isolasi hingga Pencabutan Hak Remisi

​Menambahkan ketegasan tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, memperingatkan bahwa ada konsekuensi fatal bagi setiap WBP yang berani bermain-main dengan narkoba.

​Sesuai dengan regulasi yang berlaku, WBP yang terbukti positif menggunakan narkoba atau terlibat dalam peredarannya akan dijatuhi sanksi disiplin tingkat berat, di antaranya:

​Penempatan di Sel Isolasi (Tutupan Sunyi): Pengasingan dari lingkungan sosial rutan.

​Pencatatan dalam Register F: Catatan pelanggaran berat yang sangat merugikan.

​Pencabutan Hak-Hak Remisi: Kehilangan hak pemotongan masa tahanan.

​Pembatalan Integrasi: Kegagalan mendapatkan Pembebasan Bersyarat (PB) atau Cuti Bersyarat (CB).

​“Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa jalur sehat adalah satu-satunya cara untuk bebas. Jika melanggar, sanksinya jelas dan berat. Tidak ada toleransi karena ini menyangkut integritas institusi,” ujar Anggi.

​Dukungan dari Warga Binaan

​Ketegasan ini justru disambut positif oleh mayoritas penghuni. A (30), salah satu WBP yang diperiksa, menilai langkah ini menciptakan rasa adil. "Tes berkala membuat kami yang ingin benar-benar berubah merasa lebih aman dari pengaruh buruk. Ini memotivasi kami untuk disiplin selama sisa masa pembinaan," tuturnya.

​Dengan langkah preventif yang dibarengi ancaman sanksi nyata ini, Rutan Kelas IIB Banyumas berkomitmen terus menjadi garda terdepan dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas tinggi. 

Posting Komentar

Posting Komentar