Lingkar keadilan BANYUMAS - Suasana penuh khidmat dan kehangatan menyelimuti Rutan Kelas IIB Banyumas saat dilaksanakannya ibadah dan perayaan Natal Tahun 2025 bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Kristen. Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang sarat makna, tidak hanya sebagai perayaan hari besar keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan rohani yang menumbuhkan harapan, ketenangan batin, dan semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik
Ibadah Natal dipimpin oleh Pendeta dari GBI Sokaraja dengan mengangkat tema kasih, pengampunan, dan pengharapan dalam Tuhan. Rangkaian ibadah yang meliputi doa, puji-pujian, serta penyampaian firman Tuhan berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Para WBP tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib dan antusias, menciptakan suasana yang damai, penuh refleksi, serta menyentuh hati. Perayaan Natal ini meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, di mana mereka dapat sejenak melupakan keterbatasan yang ada dan merasakan kehadiran kasih Tuhan yang menguatkan.
Dalam penyampaiannya, Pendeta GBI Sokaraja Pdt Abednego Rasdi menyampaikan harapan besar melalui perayaan Natal tersebut. “Saya berharap melalui perayaan Natal ini, para Warga Binaan dapat semakin merasakan kasih Tuhan yang tidak pernah terbatas oleh keadaan. Firman dan doa yang disampaikan mampu menguatkan iman, menumbuhkan pengharapan, serta mendorong WBP untuk menjalani masa pembinaan dengan hati yang penuh damai, kesabaran, dan komitmen untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh para WBP yang mengikuti ibadah. Salah satu WBP berinisial Y (35) menyampaikan bahwa perayaan Natal kali ini memberikan ketenangan batin dan semangat baru.
Ia menutur😙kan bahwa suasana ibadah yang penuh kekeluargaan membuatnya merasa dikuatkan dan tidak sendiri dalam menjalani proses pembinaan.
“Harapan kami dari ibadah Natal ini adalah agar kegiatan ini menjadi penguat batin dan sumber semangat baru dalam menjalani kehidupan di dalam rutan. Melalui ibadah Natal, kami berharap dapat lebih mendekatkan diri kepada Tuhan, saling menguatkan satu sama lain, serta menata kembali masa depan dengan harapan dan tekad untuk memperbaiki diri ketika kelak kembali ke tengah keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa kegiatan ibadah dan perayaan Natal ini merupakan bagian penting dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan.
Menurutnya, pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter WBP agar lebih baik, humanis, dan berintegritas.
“Kami berharap kegiatan ibadah dan perayaan Natal ini dapat menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian WBP, khususnya dalam penguatan nilai-nilai spiritual dan toleransi. Pembinaan kerohanian diharapkan mampu membentuk karakter WBP yang lebih baik, menumbuhkan sikap saling menghormati, serta menjadi bekal positif bagi WBP dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna setelah masa pidana berakhir,” jelasnya.
Melalui perayaan Natal Tahun 2025 ini, Rutan Kelas IIB Banyumas kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pembinaan yang menyeluruh, tidak hanya secara fisik dan keterampilan, tetapi juga secara mental dan spiritual.
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta, menghadirkan suasana damai, rasa kebersamaan, serta harapan baru yang diharapkan dapat terus tertanam dalam diri WBP sebagai modal penting untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.




Posting Komentar