![]() |
| Sertijab dan pisah sambut Kepala UPT Lapas Kelas IIA Purwokerto, Bapas Kelas II Purwokerto, dan Rutan Kelas IIB Purbalingga |
Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS Kemen Imipas Jawa Tengah, Mardi, rotasi kali ini menandai masuknya tongkat estafet kepemimpinan di tiga UPT strategis sekaligus: Lapas Kelas IIA Purwokerto, Bapas Kelas II Purwokerto, dan Rutan Kelas IIB Purbalingga.
Pucuk pimpinan Lapas Kelas IIA Purwokerto kini resmi berganti dari Aliandra Harahap kepada Winarso, yang sebelumnya memimpin Lapas Kembang Kuning di pulau pengamanan ketat, Nusakambangan. Sementara itu, Aliandra akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
Masa bakti 1 tahun 4 bulan Aliandra Harahap di Purwokerto meninggalkan jejak prestasi yang tak biasa. Di bawah kepemimpinannya, pembinaan warga binaan tidak sekadar berjalan secara rutin, tetapi juga sukses menembus pasar internasional.
Lapas Purwokerto berhasil mencetak sejarah dengan melepas ekspor perdana produk cocosheat karya para warga binaan ke Negeri Tirai Bambu, Tiongkok, dengan disaksikan langsung oleh Dirjenpas.
"Kemarin dibersamai oleh Pak Dirjenpas, kami pertama kali melepas ekspor cocosheat ke Cina. Ini tentu menjadi catatan positif yang diharapkan dapat dilanjutkan oleh pimpinan baru," ujar Aliandra penuh haru.
Menerima tongkat estafet tersebut, Winarso menyambut tantangan dengan optimistis. Pengalamannya mengomandoi Lapas Kembang Kuning Nusakambangan menjadi modal kuat untuk membawa Lapas Purwokerto melompat lebih jauh.
Fokus utamanya tidak hanya mempertahankan standar pelayanan dan pengamanan, tetapi juga menjawab arahan strategis nasional terkait ketahanan pangan.
"Misi saya adalah menjadikan pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat. Kami fokus mendorong akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan Presiden. Semoga Lapas Purwokerto bisa memberikan sumbangsih nyata," tegas Winarso.
Kakanwil Ditjen PAS Jateng, Mardi, menegaskan bahwa tour of duty ini merupakan langkah krusial dalam menyiapkan regenerasi kepemimpinan muda di tubuh pemasyarakatan. Selain menjalankan fungsi dasar seperti pengamanan, pembinaan, dan layanan kesehatan, seluruh UPT dituntut adaptif terhadap program strategis negara.
"Kami juga memiliki tugas tambahan, salah satunya bagaimana Lapas, Rutan, dan Bapas bisa berkontribusi aktif dalam program ketahanan pangan," pungkas Mardi.
Dengan wajah baru dan semangat baru, Lapas Kelas IIA Purwokerto kini bersiap melanjutkan catatan positifnya mengubah masa hukuman warga binaan menjadi karya berdaya saing global sekaligus penopang kebutuhan masyarakat luas.




