![]() |
| Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Asfirla Harisanto, gelar aksi sosial membagikan ratusan nasi kotak |
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PDI Perjuangan, Asfirla Harisanto, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan.
"Acara ini adalah wujud rasa syukur sekaligus bentuk nyata kepedulian kepada masyarakat kecil. Ini sejalan dengan semangat kerakyatan yang diwariskan oleh Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno," ujar Asfirla.
Asfirla membawa pesan refleksi yang mendalam mengenai situasi bangsa saat ini. Ia menegaskan bahwa musuh yang dihadapi masyarakat hari ini bukan lagi penjajah asing dengan senjata, melainkan problematika internal bangsa sendiri.
"Kalau dulu bangsa ini dijajah bangsa lain, sekarang tantangannya adalah bagaimana kita melawan korupsi dan berbagai penyimpangan yang justru dilakukan oleh bangsa sendiri. Itu juga bentuk penjajahan yang harus kita lawan bersama," tegasnya lugas.
Oleh karena itu, ia secara khusus mengajak insan pers untuk berdiri di garis depan dalam mengedukasi publik. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab besar untuk terus menyajikan informasi yang benar, berimbang, dan mencerahkan.
Komitmen Organisasi dan Impian untuk Industri Banyumas
Sebagai kader, Asfirla menegaskan komitmennya untuk tetap tegak lurus menaati aturan organisasi partai dan mengawal seluruh program pemerintah yang berpihak pada rakyat. Bagi Asfirla, loyalitas terhadap partai dan memperjuangkan nasib wong cilik adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.
Tak hanya bicara soal politik, ia juga melempar visi ekonomi ke depan untuk membangkitkan Banyumas. Ia berharap wilayah ini bisa bertransformasi menjadi daerah yang mandiri lewat pengelolaan potensi industri berbasis sumber daya lokal.
"Kita harus mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Banyumas dengan memaksimalkan potensi lokal yang kita miliki," tambahnya.
Nuansa gotong royong terasa kental usai prosesi pemotongan tumpeng. Asfirla bersama para relawan dan kader turun langsung ke jalanan Wihara didepan klenteng sekitar Pasar Wage Purwokerto.
Ratusan nasi kotak dibagikan kepada mereka yang sehari-hari memeras keringat di sana mulai dari pedagang, tukang becak, pengemudi ojek online, hingga buruh angkut. Aksi spontan ini pun mendapat sambutan dan senyum hangat dari warga sekitar.
Bulan Bung Karno merupakan agenda tahunan yang sakral bagi kaum nasionalis untuk mengenang tiga peristiwa penting sang Proklamator di bulan Juni, yaitu:
1 Juni: Hari Lahir Pancasila
6 Juni: Hari Kelahiran Bung Karno (1901)
21 Juni: Hari Wafatnya Bung Karno (1970)
Melalui penutupan rangkaian acara di Banyumas ini, Asfirla berharap api semangat perjuangan Bung Karno tetap menyala di hati masyarakat. Nilai-nilai Pancasila dan gotong royong diharapkan tidak lumat oleh zaman, melainkan dipraktikkan nyata dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan bangsa.




