-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


​Redam Ketegangan Lewat Tradisi: Ribuan Warga Kelapagading Kulon Tumpah Ruah di Grebeg Sura

Grebeg Sura Desa Kelapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas 
Lingkar keadilan, BANYUMAS – Suasana hangat dan penuh sukacita menyelimuti Desa Kelapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas pada Kamis (2/7/2026). Ribuan warga tumpah ruah memadati jalanan untuk merayakan Grebeg Sura, sebuah tradisi tahunan yang tidak hanya melestarikan budaya leluhur, tetapi juga menjadi momentum penting untuk merekatkan kembali tali persaudaraan warga.

​Arak-arakan budaya yang meriah ini mengambil rute dari Lapangan Krido Sariro dan berakhir di Makam Citomo. Berdasarkan pantauan, sekitar 2.500 warga dari berbagai elemen—mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga barisan ibu-ibu—antusias berbaur mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai gunungan hasil bumi.

​Simbol Gotong Royong dan Persatuan

​Kepala Desa Kelapagading Kulon, Karsono, yang akrab disapa Sower, menjelaskan bahwa pusat kemeriahan Grebeg Sura tahun ini difokuskan di wilayah Kadus 1 dan Kadus 4. Ia mengaku terharu melihat tingginya animo masyarakat yang hadir.

​"Hari ini Desa Kelapagading Kulon mengadakan Grebeg Sura. Selain sebagai agenda budaya tahunan, kami berharap ini menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai gotong royong yang menjadi akar masyarakat kami," ujar Sower di sela-sela acara.

​Babak Baru Pasca-Ketegangan: Desa Berangsur Kondusif

​Di balik kemeriahan dan tawa warga, perhelatan Grebeg Sura tahun ini membawa misi yang jauh lebih mendalam, yaitu sebagai simbol perdamaian. Pasalnya, iklim sosial di Desa Kelapagading Kulon sempat memanas akibat perseteruan internal antara kepala desa dan perangkat desa beberapa waktu lalu.

​Kuasa hukum Sower dari Peradi SAI Purwokerto, H. Djoko Susanto, SH, yang turut memantau perkembangan di lapangan, menyatakan bahwa situasi desa kini sudah berangsur kondusif. Agenda budaya seperti ini dinilai sukses menjadi magnet yang menyatukan kembali sekat-sekat yang sempat terbangun.

​"Kelapagading Kulon kini berangsur kondusif pasca-perseteruan antara kepala desa dan perangkat desa. Kegiatan budaya seperti Grebeg Sura ini adalah momentum luar biasa yang mampu mencairkan suasana, mempererat hubungan antarwarga, serta memperkuat persatuan," ungkap Djoko Susanto.

​Ia berharap momentum damai ini dapat terus dipertahankan agar seluruh elemen desa, baik pemerintah maupun masyarakat, bisa kembali bersinergi dan fokus membangun Desa Kelapagading Kulon ke arah yang lebih baik.