-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


KPU Banyumas dan Dindik Bidik 80 Ribu Pemilih Pemula Jelang Pemilu 2029

KPU Kabupaten Banyumas  audiensi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas 
lingkarkeadilan.com, PURWOKERTO -  Remaja berusia 14 hingga 16 tahun di Kabupaten Banyumas saat ini mungkin masih sibuk dengan pelajaran sekolah menengah pertama (SMP). Namun, dalam lima tahun ke depan, suara mereka bakal menjadi penentu arah bangsa. Diperkirakan ada sekitar 80.000 siswa SMP di Banyumas yang siap menyumbang 6% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2029 mendatang.

​Jika digabungkan dengan generasi muda di atasnya, kelompok pemilih muda diproyeksikan bakal mendominasi Pemilu 2029 hingga 60 persen.

​Melihat potensi raksasa ini, KPU Kabupaten Banyumas tak ingin menyia-nyiakan waktu. Lewat strategi pendidikan pemilih yang tersegmen, KPU langsung mengambil langkah proaktif dengan membidik Gen Alfa yang saat ini masih duduk di bangku SMP.

​Gandeng Dinas Pendidikan, Jangkau 155 Sekolah

​Untuk mengeksekusi rencana besar tersebut, KPU Kabupaten Banyumas resmi menggelar audiensi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas pada Jumat (24/7). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani oleh Ketua KPU Banyumas dan Bupati Banyumas.

​Hadir dalam audiensi tersebut Anggota KPU Kabupaten Banyumas, Sidiq Fathoni dan Sufi Sahlan Ramadhan, yang disambut hangat oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri.

​Sufi Sahlan menjelaskan bahwa sosialisasi dan pendidikan pemilih (sosdiklih) ke sekolah menengah sejatinya sudah berjalan, salah satunya diintegrasikan melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan momen Pemilihan Ketua OSIS (Pemilukada Cilik).

​"Desain kegiatannya fleksibel, bisa dilakukan langsung di sekolah masing-masing maupun lewat kunjungan siswa (outing class) ke kantor KPU," ujar Sufi.

​Menanggapi langkah proaktif ini, Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Widodo Sugiri, memberikan lampu hijau penuh. Pihaknya siap merekomendasikan program edukasi politik ini ke 71 SMP Negeri dan 84 SMP Swasta yang tersebar di seluruh wilayah Banyumas.

​"Prinsipnya kami sangat mendukung. KPU tinggal menyampaikan konsep tertulisnya, apakah nanti bentuknya outing class atau tim KPU yang terjun langsung ke sekolah-sekolah," tegas Widodo.

​Solusi Cerdas Hadapi Keterbatasan SDM

​Jangkauan 155 sekolah dengan puluhan ribu siswa tentu menjadi tantangan tersendiri dari sisi waktu dan keterbatasan SDM KPU. Sidiq Fathoni (Toni) sempat mengusulkan terobosan lain, seperti pembentukan Pojok Demokrasi di perpustakaan sekolah melalui pembagian modul dan buku saku kepemiluan.

​Namun, untuk interaksi tatap muka yang lebih masif dan efisien, Widodo menyarankan skema berbasis Subrayon atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

​"Pendidikan pemilih bisa dikelompokkan per subrayon. Sekolah dapat mengutus perwakilan siswa atau guru untuk hadir menyerap materi, yang nantinya bertindak sebagai 'duta' untuk membagikan kembali ilmu tersebut kepada siswa lainnya," jelas Widodo memberi solusi.

​Audiensi ini membawa angin segar bagi pematangan demokrasi di level akar rumput. Meski terkesan masih lama, menyiapkan pemilih pemula sejak bangku SMP adalah langkah krusial agar Generasi Alfa Banyumas tak sekadar menjadi pemilih yang ikut-ikutan, melainkan pemilih cerdas yang paham arti penting satu suara bagi masa depan bangsa.