-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Fitting Baju Terakhir Latifah: Kisah Pilu di Balik Kecelakaan Tragis


Lingkar Keadilan, BANYUMAS - Langkah Rasdi, seorang warga Desa Karangduren, Sokaraja, tampak berat saat mendatangi Klinik Hukum Pradi SAI Purwokerto. Bukan untuk urusan kedinasan, prajurit ini tengah berjuang melawan ketidakpastian hukum yang menyelimuti kematian putrinya, inisial LFS, dalam sebuah kecelakaan maut di Sokaraja.

​"Saya datang ke sini untuk mencari keadilan seadil-adilnya. Bukan mencari keuntungan pribadi," ujar Rasdi dengan nada getir. Kehadirannya ke klinik hukum Peradi SAI untuk pendampingan hukum guna memastikan kasus yang menimpa anak keduanya itu. 

​Maut di Sore Menjelang Lomba

​Tragedi itu bermula pada Senin sore, 15 Desember 2025, sekitar pukul 15.00 WIB. LFS, yang saat itu berboncengan dengan rekan sekolahnya di SMA Sokaraja, berpamitan untuk melakukan fitting baju di Purwokerto guna persiapan lomba class meeting keesokan harinya.

​Nahas, selang setengah jam setelah mengirim pesan singkat kepada ibunya, nyawa L terenggut di Jalan Sokaraja, tepatnya di depan sebuah toko pertanian. "Istri saya dan saya sendiri datang melihat langsung di TKP. Masya Allah, saya tidak kuat bercerita detailnya, mental kami tidak kuat," kenang Rasdi.

​Rekaman CCTV di lokasi kejadian menunjukkan adanya keterlibatan sebuah mobil pick-up dan satu unit truk tengki LPG saat kecelakaan terjadi. Meski truk tersebut dilaporkan telah terlacak dan diamankan di pihak berwenang, proses hukum hingga kini masih ditunggu kepastiannya.

​Penasihat hukum dari Klinik Hukum Pradi SAI Purwokerto H Djoko Susanto SH menegaskan bahwa mereka akan menempuh jalur pidana maupun perdata. Sasaran tuntutan tidak hanya tertuju pada pengemudi truk tangki LPG yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, tetapi juga pihak perusahaan pemilik armada.

​Tak berhenti di situ, tim hukum juga berencana menggugat pemerintah. "Ini menggunakan jalan fasilitas umum, sehingga keluarga seharusnya mendapat ganti kerugian dari pemerintah terkait kelayakan dan keamanan jalan tersebut," tegas pihak kuasa hukum.

​Sebagai anggota TNI aktif, Rasdi sebenarnya terbiasa dengan kedisiplinan dan aturan hukum. Namun, dalam kasus kematian anaknya, ia merasa transparansi masih menjadi barang mahal. Ia pun menaruh harapan besar pada Kepolisian Lalu Lintas (Lantas) agar mengusut tuntas kasus ini tanpa ada pihak yang diuntungkan atau dirugikan secara sepihak.

​"Harapan saya kepada pihak Lantas ya untuk menyampaikan usut tuntas sejelas-jelasnya. Jadi tidak ada yang dirugikan, tidak ada yang diuntungkan. Kita sama-sama mencari keadilan seadil-adilnya," pungkasnya.

Dari rekaman CCTV, tampak truk tangki LPG subsidi melaju dari arah timur ke barat. Dari arah belakang, sebuah sepeda motor melaju dan tiba-tiba terkejut akibat adanya kendaraan dari jalan kampung yang hendak menyeberang.

Sepeda motor tersebut kemudian menyenggol ban belakang truk tangki, menyebabkan pembonceng terjatuh ke kolong truk hingga terlindas ban, dan meninggal dunia di tempat.

Korban diketahui bernama Latifah Versoleka, warga Desa Karangduren, Sokaraja. Sementara pengendara motor hanya mengalami luka ringan.

Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut telah ditangani oleh Satlantas Polresta Banyumas untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Truk tangki LPG yang terlibat juga telah diamankan sebagai barang bukti.

Keluarga korban berharap aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan, agar keadilan benar-benar ditegakkan atas nyawa anak yang melayang di jalan raya Sokaraja.

0

Posting Komentar