-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Semarak HUT ke 68 Smansa Purwokerto: Dari Jejak Pejuang Kemerdekaan hingga Komitmen Merangkul Jalur Afirmasi

lingkarkeadilan.com | PURWOKERTO - Kemeriahan melingkupi SMA Negeri 1 Purwokerto (Smansa Purwokerto) saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68. Tak sekadar seremoni, perayaan diisi dengan aksi kreatif siswa mulai dari lomba menghias tumpeng, pertunjukan seni, pameran karya, hingga puncaknya acara jalan sehat bersama pada Sabtu (22/8/2026).

​Di balik kemeriahan tersebut, sekolah legendaris di Banyumas ini menyimpan sejarah panjang yang berakar dari masa perjuangan bangsa.

​Sekolah Para Pejuang Kemerdekaan

​Kepala SMAN 1 Purwokerto, Tjaraka Tjunduk Karsidi, mengungkapkan bahwa embrio sekolah sudah ada sejak era 1950-an sebelum SK Pendirian resmi diterbitkan pada 1958.

​“Sekolah ini sebenarnya lahir dari generasi para pejuang yang pada awalnya menempuh perjuangan untuk merebut kemerdekaan, dan kemudian melanjutkan sekolah di sini,” tutur Tjaraka.

​Berbekal warisan semangat juang tersebut, Smansa Purwokerto terus mempertahankan tradisi mencetak prestasi, tak hanya di tingkat regional Banyumas, tetapi juga hingga Jawa Tengah dan nasional. Bagi Tjaraka, momentum usia 68 tahun adalah ajang memperkuat sinergi seluruh warga sekolah dan alumni agar semakin dewasa menjawab tantangan zaman.

​Rangkaian acara HUT yang sarat kreativitas ini dirancang sebagai bagian dari proses pendidikan karakter siswa:

​Eksplorasi Bakat: Siswa diberi ruang penuh untuk berekspresi, berkreasi, dan mengasah keterampilan seni serta organisasi.

​Pembentukan Karakter: Mengajarkan kepemimpinan, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab dalam mengelola acara besar.

​Kematangan Emosional: Menjadi wadah belajar kokurikuler untuk mendewasakan mental dan pola pikir siswa di luar jam tatap muka kelas.

​Salah satu penopang utama prestasi sekolah adalah keberadaan Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Purwokerto (Ikasmansa). Tjaraka secara khusus mengimbau para alumni untuk kembali merangkul almamater dan memberikan perhatian nyata bagi adik-adik kelas mereka.

​Peran alumni dinilai kian krusial mengingat SMAN 1 Purwokerto berkomitmen membuka akses pendidikan merata, termasuk menampung 30 persen siswa dari jalur afirmasi (keluarga berpenghasilan rendah).

​Pemberdayaan Siswa Afirmasi: Memastikan seluruh siswa dari kelompok kurang mampu mendapat fasilitas serta kesempatan berprestasi yang sama.

​Dukungan Alumni (Ikasmansa): Menjadi perekat sekaligus penyokong kebutuhan operasional, beasiswa, dan pengembangan sarana sekolah.

​Keberlanjutan Prestasi: Memadukan keunggulan akademik, kreativitas siswa, dan jaringan alumni yang solid.

​“Dari mana kita bisa punya kekuatan untuk memberdayakan mereka menjadi orang berprestasi? Kekuatannya adalah dari para alumni. Ikatan alumni Ikasmansa itu menjadi perekatnya,” tegas Tjaraka.

​Melalui perayaan HUT ke-68 ini, Smansa Purwokerto tak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga meneguhkan langkah untuk terus maju dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.