-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Nasabah Bank Mantap Purwokerto Gelar Istighozah, Desak Pembatalan Kredit Bermasalah

Istighozah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama

lingkarkeadilan.com | PURWOKERTO - Setelah menempuh berbagai jalur formal dan kelembagaan untuk memperjuangkan persoalan kredit serta dugaan penipuan yang mereka alami, puluhan nasabah Bank Mandiri Taspen Purwokerto kini menggelar aksi spiritual bersama. Kegiatan yang memadukan Istighozah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, serta doa bersama ini diselenggarakan pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, bertempat di Klinik Hukum PERADI SAI Purwokerto.

​Aksi spiritual ini menjadi wujud ikhtiar bathin sekaligus ruang konsolidasi serta silaturahmi untuk memperkuat mental dan ketahanan para korban dalam menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

​Melengkapi Perjuangan Kelembagaan dengan "Jalur Langit"

​Kuasa Hukum Korban, Advokat H. Djoko Susanto, S.H., menegaskan bahwa pelaksanaan doa bersama ini tidak menandakan penghentian atau surutnya langkah hukum. Sebaliknya, hal ini merupakan pelengkap penting dari seluruh upaya advokasi formal yang telah dan sedang berlangsung.

​"Segala upaya sudah kita lakukan. Jalur darat sudah melalui OJK Pusat, jalur laut sudah dilakukan sampai ke DPR RI, sekarang saatnya kita minta jalur langit. Mari kita doa bersama agar apa yang menjadi tujuan kita dikabulkan. Yakinlah ketika Tuhan akan mengabulkan, maka yakinlah. Sugesti itu penting. Yang penting yakin," tegas Advokat H. Djoko Susanto, S.H.

​Dalam kesempatan tersebut, Djoko Susanto membakar semangat para korban dengan pertanyaan konsistensi perjuangan yang disambut pekikan optimisme serempak dari puluhan nasabah yang hadir, menegaskan keyakinan mereka bahwa keadilan dan pembatalan kredit yang bermasalah akan tercapai.

​Selain kegiatan keagamaan, para nasabah juga dibekali pemahaman mendalam terkait posisi hukum perkara yang mereka hadapi melalui penyuluhan hukum yang disampaikan oleh Ahli Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.

​Sementara itu, pimpinan doa bersama, Kyai Nurokhman (Pengasuh Pondok Pesantren di Karangpucung), dalam tausiyahnya mengajak seluruh pihak mengedepankan kesabaran dan nilai-nilai ketawakalan dengan memetik pelajaran dari kisah kesabaran Nabi Ayub AS.

​"Semoga dengan hikmah silaturahim ini, segera Allah membuka hati orang-orang yang punya kepentingan

​Bagi para nasabah, persoalan kredit bermasalah ini bukan sekadar transaksi dokumen dan finansial, melainkan menyangkut keberlangsungan kehidupan keluarga dan masa depan mereka. Kegiatan bersama ini turut dihadiri oleh puluhan korban, insan pers, serta perwakilan Forum Banyumas Eling sebagai bentuk dukungan moral publik.

​Tim Kuasa Hukum bersama seluruh nasabah menegaskan akan tetap konsisten mengawal perkara ini di seluruh lini—baik hukum, regulasi, maupun pengawasan publik—hingga hak-hak nasabah dipulihkan secara adil dan transparan.