-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


Panen Ketahanan Pangan, WBP Asimilasi Rutan Banyumas Terima Premi dari Hasil Penjualan

Panen hasil program ketahanan pangan yang dikelola oleh WBP peserta asimilasi. 
Lingkar keadilan,  BANYUMAS, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Banyumas kembali melaksanakan kegiatan panen hasil program ketahanan pangan yang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) peserta asimilasi. Pada panen kali ini berhasil dipanen berbagai komoditas hortikultura yang terdiri atas kangkung, pakcoy, dan terong dengan total hasil mencapai 100 kilogram. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang secara konsisten dilaksanakan sebagai upaya membekali WBP dengan keterampilan produktif sekaligus menumbuhkan semangat bekerja, disiplin, dan tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan di dalam Rutan.

Program ketahanan pangan yang dilaksanakan Rutan Kelas IIB Banyumas merupakan implementasi nyata dari 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia, khususnya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional. Melalui pengelolaan lahan pertanian yang dilakukan secara berkelanjutan, WBP tidak hanya diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di bidang pertanian, tetapi juga diajarkan pentingnya kerja sama, ketekunan, dan pemanfaatan waktu secara produktif sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Seluruh hasil panen yang diperoleh selanjutnya dipasarkan, dan keuntungan dari penjualannya diberikan kepada WBP peserta asimilasi dalam bentuk premi sebagai apresiasi atas keterlibatan aktif mereka dalam program pembinaan kemandirian. Premi tersebut disalurkan melalui rekening BRIZZI yang dimiliki oleh masing-masing WBP peserta asimilasi. Pemberian premi ini menjadi salah satu bentuk penghargaan atas hasil kerja mereka sekaligus memberikan motivasi agar WBP terus berpartisipasi aktif dalam setiap program pembinaan yang diselenggarakan oleh Rutan Kelas IIB Banyumas.

Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan bahwa program ketahanan pangan tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi media pembinaan karakter dan peningkatan kompetensi bagi Warga Binaan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan yang memberikan manfaat nyata, baik bagi WBP maupun dalam mendukung program pemerintah.

"Program ketahanan pangan yang kami laksanakan merupakan bentuk komitmen Rutan Banyumas dalam mendukung 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Selain menghasilkan produk pertanian yang bermanfaat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan, etos kerja, dan rasa tanggung jawab. Premi yang diberikan dari hasil penjualan panen diharapkan dapat menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi mereka untuk terus mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh," ujar Anggi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Sigit Purwanto, menyampaikan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak terlepas dari semangat dan konsistensi WBP peserta asimilasi dalam merawat tanaman sejak proses penanaman hingga masa panen. Menurutnya, keterlibatan aktif WBP menjadi indikator bahwa program pembinaan berjalan secara efektif dan memberikan dampak positif.

"Seluruh proses mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga panen dilakukan oleh WBP peserta asimilasi dengan pendampingan petugas. Premi yang diberikan melalui rekening BRIZZI merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras mereka. Kami berharap hal tersebut mampu meningkatkan motivasi Warga Binaan untuk terus mengikuti program pembinaan secara optimal dan menjadi bekal positif setelah kembali ke masyarakat," jelas Sigit.

Salah seorang WBP peserta asimilasi berinisial S (35) mengaku bangga dapat terlibat secara langsung dalam kegiatan ketahanan pangan yang dilaksanakan oleh Rutan Banyumas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menambah keterampilan yang bermanfaat untuk kehidupan setelah menjalani masa pidana.

"Saya merasa bersyukur diberikan kesempatan mengikuti program ini. Kami belajar menanam, merawat hingga memanen sayuran bersama-sama. Selain memperoleh pengalaman dan keterampilan, kami juga menerima premi dari hasil penjualan panen yang menjadi penyemangat bagi saya untuk terus mengikuti pembinaan dengan baik. Semoga ilmu yang saya peroleh dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat," ungkap S.

Melalui pelaksanaan program ketahanan pangan yang berkelanjutan, Rutan Kelas IIB Banyumas berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang produktif, edukatif, dan berdampak positif bagi Warga Binaan. Program ini diharapkan tidak hanya mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mampu membentuk Warga Binaan yang memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesiapan untuk berintegrasi kembali dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaannya.