-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark

 


KAI Daop 5 Purwokerto Kembali Perkuat Legalitas Aset melalui Sertifikat Elektronik dari BPN Cilacap

Kepala BPN Kabupaten Cilacap, Andri Kristanto, serahkan sertifikat kepada Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Rangga Putra Maulana, di Purwokerto
Lingkar keadilan, PURWOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto terus memperkuat upaya pengamanan aset negara melalui percepatan sertifikasi lahan. Pada Kamis (2/7), KAI Daop 5 Purwokerto kembali menerima 10 sertifikat elektronik Hak Pakai dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Cilacap sebagai bagian dari penguatan legalitas aset yang dikelola perusahaan.

Sertifikat elektronik tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala BPN Kabupaten Cilacap, Andri Kristanto, kepada Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Rangga Putra Maulana, di Purwokerto.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As'ad Habibuddin, menjelaskan bahwa 10 sertifikat yang diterima merupakan Sertifikat Hak Pakai dengan total luas 156.304 meter persegi.

Ia menjelaskan, dari total sertifikat yang diterima, delapan sertifikat berada di Desa Sidaurip, Kecamatan Kawunganten, dengan luas 136.407 meter persegi, sedangkan dua sertifikat lainnya berada di Desa Jeruklegi Kulon, Kecamatan Jeruklegi, dengan luas 19.897 meter persegi.

Total selama Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 5 Purwokerto telah menerima 23 sertifikat elektronik di wilayah Kabupaten Cilacap dengan total luas mencapai 406.401 meter persegi.

Menurut As'ad, percepatan sertifikasi aset merupakan langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum, mencegah potensi sengketa, sekaligus mendukung tata kelola aset perusahaan yang akuntabel dan transparan.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara KAI dan BPN Kabupaten Cilacap dalam mendukung proses sertifikasi aset secara berkelanjutan.

"Kolaborasi yang baik antara KAI dan BPN menjadi faktor penting dalam upaya pengamanan aset negara. Dengan legalitas yang semakin kuat melalui sertifikat elektronik, aset perusahaan dapat dikelola secara optimal sehingga mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi kereta api kepada masyarakat," tutup As'ad.