Lingkar keadilan, BANYUMAS - Rutan Kelas IIB Banyumas melaksanakan Deklarasi Zero Halinar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari handphone, pungutan liar, dan narkoba. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat integritas serta meningkatkan pengawasan di lingkungan rutan.
Deklarasi tersebut dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai. Dalam kegiatan ini, seluruh petugas menyatakan komitmen untuk menolak dan memberantas segala bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan Halinar, serta menjaga profesionalisme dalam menjalankan tugas. Suasana kegiatan berlangsung tertib dan penuh keseriusan sebagai bentuk kesungguhan dalam mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan akuntabel.
Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menjaga integritas. “Deklarasi Zero Halinar ini bukan hanya seremonial, tetapi harus menjadi komitmen nyata yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh jajaran. Tidak boleh ada toleransi terhadap handphone ilegal, pungutan liar, maupun narkoba di dalam rutan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan integritas harus dimulai dari setiap individu petugas. “Saya menekankan kepada seluruh jajaran agar bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, serta berani menolak segala bentuk pelanggaran. Dengan komitmen yang kuat, kita dapat mewujudkan rutan yang bersih dan berwibawa,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Pratama Deri Budiwiratmo, menyampaikan bahwa penguatan pengawasan menjadi kunci utama dalam mendukung deklarasi tersebut. “Kami akan terus meningkatkan pengawasan serta melakukan langkah-langkah preventif dan represif guna memastikan tidak adanya pelanggaran Halinar di dalam rutan. Sinergi seluruh petugas sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal ini,” ungkapnya.
Melalui deklarasi ini, Rutan Banyumas berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan, meningkatkan integritas petugas, serta menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari Halinar secara berkelanjutan. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya nyata dalam mendukung reformasi birokrasi serta mewujudkan tata kelola pemasyarakatan yang bersih dan akuntabel. Dengan komitmen yang konsisten serta sinergi seluruh jajaran, diharapkan budaya kerja yang berintegritas dapat semakin tertanam, sehingga mampu mencegah berbagai bentuk pelanggaran serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan.




Posting Komentar