Lingkar keadilan, PURWOKERTO - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi meluncurkan Pusat Studi Kepolisian, menandai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan kepolisian. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Jawa Tengah dan Unsoed menjadi awal dari kolaborasi yang diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Rektor Unsoed menekankan bahwa Pusat Studi Kepolisian ini akan menjadi wadah sinergi antara kepakaran akademik dan tugas-tugas kepolisian. "Kami harapkan pusat studi ini menjadi bagian dari langkah besar kita menuju Indonesia yang aman, adil, dan sejahtera," ujarnya.
Beberapa pakar Unsoed akan berkolaborasi langsung dengan aparat kepolisian, antara lain:
- Prof. Farid, ahli pemuliaan tanaman, mendukung program ketahanan pangan nasional
- Prof. Norman, ahli perikanan, mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat
- Prof. Kuat, ahli hukum, mengembangkan kebijakan strategis dan penguatan sumber daya manusia
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan ilmu kepolisian, penelitian kebijakan publik, dan kontribusi akademik dalam mendukung tugas-tugas kepolisian. Dengan ekosistem akademik yang kuat, Unsoed menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, mengapresiasi komitmen Unsoed dan perguruan tinggi lainnya dalam membangun ekosistem ilmu kepolisian. "Ilmu kepolisian kini berkembang menjadi disiplin ilmu antarbidang yang esensial," ujarnya.
Penguatan ekosistem keilmuan juga dilakukan di internal Polri melalui Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dengan mengembangkan pusat studi strategis. PTIK juga akan meluncurkan tujuh pusat studi baru pada 10 Maret 2026.
Kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi diharapkan dapat melahirkan strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat yang lebih adaptif, humanis, dan mendukung program pembangunan nasional.




Posting Komentar