-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Cahaya Ramadhan di Balik Jeruji: WBP Rutan Banyumas Gapai Perubahan Lewat Tarawih Berjamaah

Lingkar keadilan, BANYUMAS – Gema takbir dan lantunan ayat suci Al-Qur’an menghidupkan suasana malam di Rutan Kelas IIB Banyumas. Selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, jeruji besi tak menghalangi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk mempertebal iman. Secara konsisten, mereka melaksanakan shalat tarawih berjamaah dengan khusyuk sebagai bagian dari transformasi diri.

​Program ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan hasil kolaborasi apik antara Rutan Banyumas, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, dan PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto. Sinergi ini menghadirkan para ustadz dan penyuluh agama untuk memberikan siraman rohani langsung di tengah-tengah warga binaan.

​Setiap malam, rangkaian ibadah dimulai dengan shalat Isya berjamaah yang dilanjutkan dengan tarawih dan tausiyah singkat. Pesan-pesan moral yang disampaikan menjadi "bahan bakar" bagi para WBP untuk melakukan introspeksi diri.

​Ustadz Ismail dari PC Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto menyebut Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk "mencuci" masa lalu.

​"Kami berharap Ramadhan ini menjadi titik balik. Semoga melalui tarawih dan tadarus, hati mereka lebih tenang dan saat bebas nanti, mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang jauh lebih baik," ujarnya optimis.

​Senada dengan hal itu, Faidus Sa’ad, Penyuluh Agama Islam Fungsional Kemenag Banyumas, menekankan bahwa pembinaan spiritual adalah hak dasar yang wajib difasilitasi. "Kami berkomitmen memastikan hak spiritual mereka terpenuhi agar keimanan mereka menjadi bekal kuat saat bebas nanti," tambahnya.

​Antusiasme terlihat jelas dari wajah para warga binaan. Salah satunya adalah I (22), yang mengaku menemukan ketenangan batin lewat kegiatan ini.

​"Saya merasa diperhatikan dan dibimbing. Ramadhan kali ini benar-benar saya manfaatkan untuk memperbaiki diri dan menata masa depan," ungkapnya tulus.

​Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Sigit Purwanto, menegaskan bahwa pendekatan religi adalah pilar penting dalam sistem pemasyarakatan yang humanis.

​"Kami ingin membentuk karakter yang religius dan disiplin. Sinergi dengan Kemenag dan Al Irsyad memberikan energi positif untuk mewujudkan pembinaan yang menyentuh sisi batin, bukan sekadar administratif," jelas Sigit.

​Dengan pelaksanaan tarawih rutin ini, Rutan Banyumas membuktikan bahwa proses pembinaan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal mengetuk pintu hati dan membangun kembali akhlak yang sempat goyah.

Posting Komentar

Posting Komentar