Lingkar keadilan, BANYUMAS – Persibas Banyumas tampil perkasa di putaran pertama Grup E Liga 4 Jawa Tengah 2025-2026. Tim berjuluk Laskar Bawor tersebut sukses menguasai takhta klasemen dengan poin sempurna setelah menyapu bersih tiga laga dengan kemenangan.
Kepastian posisi puncak ini didapat usai Persibas memenangi duel bergengsi Derby Ngapak melawan Persibangga Purbalingga. Bertanding di Stadion Satria, Purwokerto, Minggu (11/1/2026), tuan rumah menang tipis 1-0 berkat gol tunggal Ahmad Ramdin Tuasalamony pada menit ke-38.
Persaingan Grup E
Kemenangan ini membuat Persibas kini mengoleksi 9 poin, unggul tiga angka dari Persibangga yang tertahan di posisi kedua. Sementara itu, PSIP Pemalang mulai merangkak naik ke peringkat ketiga (3 poin) setelah memetik kemenangan perdana mereka dengan menundukkan PPSM Magelang 1-0 di Stadion Mochtar.
Menatap Putaran Kedua
Meski memimpin, posisi Persibas belum sepenuhnya aman. Dengan tiga laga tersisa di putaran kedua, peta persaingan masih sangat dinamis.
Laskar Bawor dijadwalkan memulai putaran kedua dengan menjamu juru kunci, PPSM Magelang, di Stadion Satria pada Rabu (14/1/2026). Di saat yang bersamaan, Persibangga Purbalingga akan mencoba bangkit saat bertandang ke markas PSIP Pemalang untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Berdasarkan peta kekuatan saat ini, Persibas Banyumas berada di atas angin. Dengan tabungan 9 poin, Laskar Bawor secara matematis hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci tiket ke babak berikutnya.
Berikut adalah analisis peluang dan skenario Persibas di putaran kedua:
1. Momentum di Laga Pembuka (vs PPSM Magelang)
Pertandingan melawan PPSM Magelang pada Rabu (14/1/2026) akan menjadi kunci. Di atas kertas, Persibas jauh lebih unggul:
Keunggulan Kandang: Bermain di Stadion Satria memberikan dukungan moral besar dari suporter.
Kondisi Lawan: PPSM belum meraih satu poin pun dan moral tim mereka sedang terpuruk setelah tiga kekalahan beruntun.
Skenario: Jika menang, poin Persibas menjadi 12. Jumlah ini hampir mustahil dikejar oleh PSIP Pemalang (peringkat 3) yang saat ini baru mengantongi 3 poin.
2. Keunggulan Head-to-Head
Kemenangan tipis atas rival terkuat, Persibangga Purbalingga, menjadi modal krusial. Dalam format kompetisi liga, keunggulan head-to-head sangat menentukan jika di akhir fase grup terdapat dua tim dengan poin yang sama. Persibas sudah punya modal satu kemenangan atas tim peringkat kedua.
3. Jadwal yang Menguntungkan
Dari tiga laga sisa, dua di antaranya adalah laga kandang (melawan PPSM dan PSIP). Persibas hanya memiliki satu laga tandang berat di markas Persibangga pada laga pamungkas.
Strategi:
Pelatih mungkin akan mencoba mengamankan poin penuh di dua laga kandang awal agar pada laga terakhir melawan Persibangga, mereka bisa melakukan rotasi pemain untuk menjaga kebugaran di babak selanjutnya.
Para pecinta dan pendukung Persibas mampu mengunci status juara grup atau minimal posisi runner-up sebelum laga terakhir dimainkan.




Posting Komentar