-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Kisah Warga Kebumen Jalani Masa PB 20 Tahun dengan Berjualan Kelapa Muda di Kranji.

Lingkar Keadilan, PURWOKERTO - Menjelang bulan suci Ramadan, geliat ekonomi kreatif di sudut Kota Purwokerto mulai meningkat. Salah satu yang menarik perhatian adalah lapak es kelapa muda milik Tono di Jalan Adiyaksa, Kelurahan Kranji, Purwokerto Timur. Di balik segarnya sajian kelapa muda hijau dan merah, tersimpan kisah perjuangan seorang pria asal Kebumen yang sedang menempuh jalan panjang menuju kebebasan murni.

​Tono adalah klien pemasyarakatan yang saat ini sedang menjalani program Pembebasan Bersyarat (PB). Setelah melewati masa hukuman yang panjang, ia kini berupaya mandiri dengan berjualan es kelapa muda. Langkah ini merupakan hasil kolaborasi nyata antara Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto dengan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) Jawa Tengah.

​"Alhamdulillah, menjelang Ramadan penjualan meningkat, apalagi didukung cuaca panas beberapa pekan terakhir. Dalam sehari saya bisa menjual 20 hingga 30 butir kelapa," ujar Tono di sela aktivitasnya melayani pembeli.

​Misi Kemanusiaan dan Kemandirian Ekonomi

​Program yang dijalani Tono merupakan bagian dari pembimbingan kemandirian bagi klien pemasyarakatan agar dapat diterima kembali oleh masyarakat dengan memiliki mata pencaharian yang layak. Tono sendiri masih memiliki tanggung jawab menjalani masa PB selama kurang lebih 7 tahun ke depan dari total masa pidana 20 tahun yang pernah dijatuhinya.

​Fasilitas tempat usaha dari Bapas Purwokerto dan dukungan Pokmas Lipas Jateng menjadi modal utama bagi Tono untuk tetap produktif. Ia menjajakan kelapa muda gelas seharga Rp5.000 dan kelapa butiran seharga Rp10.000.

​Salah satu pelanggan, Djoko Susanto, mengaku rutin membeli kelapa muda merah di lapak Tono karena khasiatnya untuk kesehatan. "Saya pilih kelapa merah untuk menjaga daya tahan tubuh dan stamina menjelang puasa agar tidak mudah dehidrasi," ungkapnya.

​Harapan Menuju Bebas Murni

​Perjuangan Tono selama 7 tahun ke depan tentu tidak mudah. Namun, dengan dukungan penuh dari instansi terkait dan penerimaan positif dari warga sekitar, diharapkan Tono dapat menyelesaikan masa pembimbingannya dengan baik tanpa melanggar hukum kembali.

​Lapak es kelapa muda di Jalan Adiyaksa ini menjadi bukti nyata bahwa proses reintegrasi sosial dapat berjalan efektif melalui jalur ekonomi kerakyatan. Keberhasilan Tono diharapkan menjadi inspirasi bagi klien pemasyarakatan lainnya untuk terus optimis menatap masa depan.

Posting Komentar

Posting Komentar