-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Kedok "Sultan Nusantara" Terbongkar: Modus Pengobatan Berujung Kuras Rekening Ratusan Juta

Lingkar keadilan, BANYUMAS – Tabir gelap di balik sosok yang menjuluki dirinya "Sultan Nusantara" mulai terkuak. Alih-alih mendapatkan kesembuhan, seorang warga di Banyumas justru diduga menjadi korban penipuan sistematis yang mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

​Kasus ini kini memasuki babak baru setelah pihak keluarga korban, didampingi kuasa hukum, memenuhi panggilan penyidik di Unit III Polresta Banyumas pada Selasa (05/05/2026).

​Modus "Pembersihan Harta" yang Mematikan

​Drama dugaan penipuan ini bermula saat korban (TR), yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri, berniat menjalani pengobatan bekam kepada terduga pelaku. Namun, proses pengobatan tersebut berubah menjadi jerat manipulasi psikologis.

​Menurut penuturan kakak kandung korban, Rengga Adi, terduga pelaku menggunakan pengaruhnya dengan mengaku sebagai anggota Badan Intelijen Negara (BIN) sekaligus keturunan bangsawan untuk meyakinkan korban.

​"Adik saya dibujuk agar menyerahkan kartu ATM dengan dalih keagamaan. Katanya, hartanya harus 'dibersihkan'. Karena percaya, adik saya menyerahkan kendali rekeningnya," ungkap Rengga di Mapolresta Banyumas.

​Kecurigaan keluarga memuncak justru setelah korban meninggal dunia. Saat memeriksa riwayat keuangan almarhum, keluarga terkejut menemukan saldo rekening yang terkuras habis.

​Advokat Eko Prihatin, selaku kuasa hukum keluarga korban, mengungkapkan bahwa total aliran dana yang berpindah tangan mencapai angka yang fantastis.

​Temuan Transfer Langsung: 

Setidaknya Rp276 juta terdeteksi mengalir langsung ke rekening pribadi terduga pelaku.

​Durasi Pemeriksaan: Saksi-saksi diperiksa intensif selama kurang lebih tiga jam oleh penyidik.

​Upaya kekeluargaan sejatinya sempat ditempuh oleh pihak keluarga. Rengga Adi mengaku pernah mengundang sosok "Sultan" tersebut ke rumahnya untuk meminta penjelasan baik-baik terkait raibnya uang sang adik.

​"Bukannya memberi penjelasan atau menunjukkan itikad baik, dia justru marah-marah dan tidak memberikan jawaban yang jelas," tambah Rengga dengan nada kecewa.

​Penyidik Polresta Banyumas saat ini terus mendalami kronologi berpindahnya kartu ATM dari tangan korban ke terduga pelaku. Dalam waktu dekat, polisi dijadwalkan akan memanggil istri dari saksi Rengga sebagai saksi tambahan, mengingat ia diduga mengetahui detik-detik penyerahan kartu ATM tersebut.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat untuk tetap rasional dan waspada terhadap praktik pengobatan atau spiritual yang meminta kendali atas aset pribadi. Modus manipulasi psikologis sering kali menyasar korban yang sedang dalam kondisi rentan secara fisik maupun mental.

0

Posting Komentar