-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Cegah Politisasi, Djoko Susanto Minta Ketua IKASMANSA Bukan dari Parpol

Lingkar keadilan, PURWOKERTO -Dinamika pergantian kepengurusan Ikatan Alumni SMAN 1 Purwokerto (IKASMANSA) mulai menghangat. Menanggapi hal tersebut, advokat senior sekaligus tokoh alumni SMANSA angkatan 1991, H. Djoko Susanto SH, menyuarakan visi dan kriteria ideal bagi sosok ketua yang akan menakhodai organisasi ini ke depan.

Ikatan Alumni SMAN 1 Purwokerto adalah organisasi yang menghimpun lulusan SMAN 1 Purwokerto dari berbagai lintas angkatan dengan tujuan mempererat silaturahmi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan almamater. 

​Djoko menekankan bahwa posisi ketua alumni bukanlah sekadar jabatan seremonial, melainkan amanah untuk menjadi pelayan bagi seluruh anggota lintas generasi. Ia mengusulkan agar karakter pemimpin IKASMANSA mendatang selaras dengan filosofi Ganesha—lambang kebijaksanaan, pengetahuan, dan penghalau rintangan.

​"Sosok ketua alumni ke depan harus bisa menjadi pengayom, pelindung, dan pelayan bagi semua angkatan tanpa membedakan suku, ras, maupun agama," ujar Djoko dalam keterangan tertulisnya di Purwokerto, Senin (4/5).

​Secara alegoris, Djoko merinci atribut Ganesha sebagai panduan kepemimpinan:

​Kebijaksanaan & Fokus: Disimbolkan dengan kepala gajah dan mata kecil.

​Responsif: Telinga lebar yang selalu siap mendengar aspirasi arus bawah.

​Adaptif & Inklusif: Belalai panjang yang fleksibel serta perut besar yang mampu menampung segala masukan.

​Rendah Hati & Tegas: Disimbolkan dengan kendaraan tikus sebagai wujud tawaduk, namun memiliki senjata kapak untuk mengambil keputusan tegas.

Lebih lanjut, Djoko mengingatkan agar pengurus baru tidak menutup mata terhadap realitas sosial di internal alumni. Ia menyoroti masih adanya rekan sejawat yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

​"Masih banyak alumni SMANSA yang untuk makan sehari-hari saja sulit, apalagi memiliki rumah. Jangan sampai ikatan alumni hanya dijadikan ajang pamer harta, kekuasaan, apalagi nepotisme," tegasnya.

Untuk menjaga marwah organisasi agar tetap murni sebagai wadah solidaritas, Djoko mengajukan enam kriteria minimal bagi calon Ketua IKASMANSA:

​Domisili: Bertempat tinggal tidak jauh dari Purwokerto agar koordinasi efektif.

​Independensi Publik: Bukan pejabat publik yang sedang aktif menjabat.

​Netralitas Politik: Bukan merupakan pengurus atau simpatisan partai politik untuk menghindari politisasi organisasi.

​Totalitas: Mampu melayani problematika alumni selama 24 jam.

​Pemersatu: Mampu merangkul dan menyatukan semua golongan.

​Integritas: Tidak menggunakan fasilitas negara untuk kegiatan alumni.

​Djoko berharap ide-ide ini dapat menjadi bahan pertimbangan konstruktif dalam rembug alumni mendatang. "Ikatan alumni adalah wadah yang harus memberikan kenyamanan sampai akhir hayat, bukan kendaraan politik menuju jabatan tertentu," pungkasnya.

0

Posting Komentar