-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Seragam Dinas Gantikan Baju Lebaran: Kisah "Suara Penyelamat" di Balik Layanan 110 Polresta Banyumas

Lingkar keadilan, PURWOKERTO – Di balik keriuhan arus mudik Lebaran 2026 yang memadati jalur lintas Banyumas, ada suara-suara tenang yang siaga 24 jam di ujung telepon. Mereka adalah para operator Layanan Call Center 110 Polresta Banyumas, garda terdepan dalam merespons darurat selama Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026.

​Bagi para personel ini, tugas bukan sekadar mengangkat telepon, melainkan memikul tanggung jawab atas keselamatan pemudik.

​Bripda Zakiy, salah satu operator yang bertugas, mengaku ada kepuasan batin yang tak ternilai saat panggilan yang ia terima berakhir dengan selamatnya pengendara di jalan.

​“Kami hadir saat masyarakat benar-benar membutuhkan, khususnya di momen krusial seperti mudik. Rasanya lega dan senang luar biasa melihat perjalanan masyarakat aman dan lancar setelah menghubungi kami,” ungkap Zakiy.

​Bagi para operator, setiap ucapan terima kasih dari penelepon adalah "bahan bakar" motivasi. Mereka memandang meja tugas sebagai ladang pengabdian untuk menjaga situasi kamtibmas di Banyumas tetap kondusif.

​Namun, menjalankan tugas sebagai orang pertama yang mendengar suara kepanikan warga bukanlah hal mudah. Briptu Ariyanto membagikan sisi emosional yang kerap menguras perasaan. Sebagai penerima laporan darurat, ia seringkali ikut merasakan getirnya musibah yang dialami pemudik.

​“Saya ikut merasa khawatir dan sedih ketika menerima laporan kecelakaan atau kendaraan yang rusak di tengah perjalanan. Kami merasakan apa yang mereka rasakan,” tutur Ariyanto.

​Pengorbanan pribadi menjadi garis tegas yang memisahkan mereka dengan keluarga di rumah. Saat jutaan orang bersiap menyantap opor ayam dan mengenakan baju baru bersama kerabat, para operator ini justru harus bersiap dengan handset dan monitor.

​“Tahun ini saya tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Ketupat dan opor hangat masakan orang tua terpaksa saya lewatkan. Bahkan, baju Lebaran saya tahun ini adalah seragam dinas Polri ini,” tambah Ariyanto dengan tegar.

​Meski harus merelakan momen personal, dedikasi mereka tidak surut. Di tengah hiruk-pikuk mudik 2026, para operator 110 Polresta Banyumas tetap berdiri kokoh sebagai jembatan penyelamat, memastikan bahwa setiap panggilan bantuan tidak akan pernah terabaikan.

​"Mudik Aman, Keluarga Bahagia" bukan sekadar slogan bagi mereka, melainkan janji pelayanan yang ditebus dengan pengabdian tanpa batas.

0

Posting Komentar