-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Gema Takbir di Balik Jeruji: Idul Fitri Syahdu di Rutan Banyumas

​Lingkar keadilan, BANYUMAS – Dinding beton dan jeruji besi tak menghalangi kekhusyukan ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas IIB Banyumas dalam merayakan hari kemenangan. Tepat pada 1 Syawal 1447 H, Masjid Nurul Zhulam yang terletak di dalam area rutan menjadi saksi bisu suasana haru dan tertibnya pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Sabtu pagi (21/3/2026).

Sejak pukul 06.30 WIB, nuansa religius sudah terasa kental. Mengenakan pakaian terbaik yang rapi dan bersih, para warga binaan berbaur dengan petugas rutan, melantunkan takbir yang menggema menyentuh kalbu.

​Momentum "Titik Balik" dan Lima Pesan Kebaikan

​Hadir sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Faidus Sa’ad dari Kementerian Agama Kabupaten Banyumas memberikan suntikan spiritual yang mendalam. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa status sebagai warga binaan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah kesempatan untuk berbenah.

​"Idul Fitri adalah momentum kembali ke fitrah. Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Jadikan hari kemenangan ini sebagai titik balik untuk menata masa depan yang lebih diridhai Allah SWT," pesan Ustadz Faidus.

​Beliau juga membagikan 5 Bekal Utama bagi para warga binaan untuk menjalani hidup yang lebih berkah:

​Syukur: Mensyukuri nikmat sehat dan kesempatan hidup.

​Maaf: Saling memaafkan dengan tulus antarsesama dan keluarga.

​Silaturahmi: Menjaga persaudaraan meski dalam keterbatasan.

​Istiqomah: Menjaga amalan baik pasca-Ramadhan.

​Komitmen: Bertekad kuat menjadi pribadi taat hukum.

​Pembinaan Mental Jadi Prioritas

​Kepala Rutan Kelas IIB Banyumas, Anggi Febiakto, menyatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian krusial dari proses pemasyarakatan.

​"Kami ingin memastikan hak beribadah warga binaan terpenuhi. Lebih dari itu, ini adalah sarana pembinaan mental. Kami berharap mereka mengambil hikmah dari Ramadhan untuk menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab saat kembali ke masyarakat nanti," ujar Anggi.

​Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terlihat jelas usai sholat, di mana para warga binaan dan petugas saling berjabat tangan. Meski jauh dari keluarga di rumah, semangat untuk menjadi manusia baru terpancar kuat dari wajah-wajah para jamaah di Masjid Nurul Zhulam.


0

Posting Komentar