-->
74HssqAmpAieSQYdpeY0UHJ3eJx0ro2Bjc2BCzNj
Bookmark


 

Sinergi Pesantren dan Akademisi di Purwokerto Bedah Problematika Nahwu Bersama Praktisi Kebumen"

Lingkar keadilan, PURWOKERTO - Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) El Fira 1 (Hybrid), Purwokerto, Jawa Tengah menggelar pelatihan nahwu menggunakan metode Al-Fuadi sebagai upaya merevolusi pola pembelajaran bahasa Arab agar lebih mudah dan aplikatif. Berlangsung pada 8–10 Mei 2026, pelatihan ini dirancang untuk menjawab tantangan sulitnya memahami tata bahasa Arab di kalangan santri dan akademisi.

Pimpinan Ponpes Hybrid El-Fira sekaligus Guru Besar UIN Saizu Purwokerto, Prof. DR. KH. Fathul Aminudin Aziz, menjelaskan urgensi kegiatan ini terletak pada penyederhanaan kurikulum yang selama ini dianggap terlalu teoritis.

"Pelatihan ini menjadi penting sebagai upaya membekali para santri, terutama para penghafal Al-Qur'an, agar tidak terbebani dengan model pembelajaran nahwu yang membutuhkan waktu yang sangat lama. Di sisi lain, pemahaman Al-Qur'an harus lebih dekat dengan kebutuhan peserta didik dalam memahami struktur bahasa Arab dan makna secara lebih mendalam," ujar Prof. Aziz.

Pelatihan ini menarik antusiasme dari berbagai institusi pendidikan. Selain tuan rumah PPM El Fira Hybrid, hadir pula perwakilan dari PP El-Bayan, PP El-Bayan 2, PP El-Muslim, PP El-Ansor, PP KH. Najmiddin, PP Jannati, dan PP Bener.

Tidak hanya dari kalangan pesantren, unsur akademisi formal pun turut berpartisipasi aktif, termasuk para guru dari MA dan MTs El-Bayan, serta civitas akademika dari Universitas Komputama (UNIKMA).

Kehadiran berbagai lembaga ini sekaligus menjadi sarana silaturahmi dan pertukaran pengalaman dalam mengelola pendidikan bahasa Arab di era modern.

Menghadirkan Ustadz Wahyudi, praktisi pembelajaran Nahwu asal Kebumen sebagai pemateri utama, peserta diajak untuk membedah problematika klasik dalam belajar Nahwu. Selama ini, banyak peserta didik mampu menghafal kaidah namun gagap saat harus mengimplementasikannya langsung pada ayat-ayat Al-Qur’an.

Metode Al-Fuadi menawarkan pendekatan sistematis yang mengintegrasikan teori dan praktik. Fokus utamanya adalah pemahaman teks dan analisis i‘rab (perubahan bunyi akhir kata) yang berdampak langsung pada pemaknaan ayat.

Materi pelatihan mencakup;

Reformulasi Pembelajaran: Mengubah Nahwu dari ilmu teoritis menjadi berbasis pemahaman teks.

Konsep Al-Fuadi: Mengenalkan pola pembelajaran bertahap yang lebih efektif.

Analisis Struktur: Implementasi kaidah nahwu langsung pada teks Al-Qur’an.

Pendalaman Makna: Mempelajari pengaruh i‘rab terhadap pergeseran makna ayat.

Critical Thinking: Melatih peserta melakukan analisis teks secara mandiri dan kritis melampaui sekadar hafalan.

Melalui pelatihan intensif selama tiga hari ini, diharapkan lahir semangat baru dalam mempelajari bahasa Arab yang lebih kontekstual. Dengan metode yang lebih ringkas namun mendalam, para santri diharapkan dapat membaca teks Arab gundul dan memahami Al-Qur’an dengan akurasi yang lebih tinggi, tanpa harus menghabiskan waktu bertahun-tahun hanya untuk mempelajari kaidah dasar.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi praktik pendalaman dan diskusi interaktif untuk memastikan setiap peserta mampu menerapkan pola critical thinking dalam membedah struktur bahasa di setiap ayat yang mereka pelajari.